Hari Kedua Sarasehan Literasi, Siswa dan Guru SMP Negeri 1 Dawe Diajak Menulis Puisi dan Cerpen

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:43 WIB
Serasehan Literasi di SMP 1 Dawe Kudus. (suaramerdeka.com/Setiawan Hendra Kelana)
Serasehan Literasi di SMP 1 Dawe Kudus. (suaramerdeka.com/Setiawan Hendra Kelana)

KUDUS, suaramerdeka.com - Mengobarkan semangat literasi di sekolah berperan penting untuk meningkatkan kreativitas siswa. Kemampuan literasi harus tertanam di lingkungan siswa, guru, dan tenaga kependidikan di SMP Negeri 1 Dawe, Kudus. Hal itu dikatakan Kepala SMP Negeri 1 Dawe, Dr Endang Siwi Ekoati MPd saat Sarasehan Literasi di aula sekolah itu pada 23 Oktober 2021.

“SMP Negeri 1 Dawe ingin membuktikan sebagai sekolah yang mengedepankan semangat literasi. Pada kegiatan Festival Literasi tahun ini kami akan meluncurkan delapan buku karya siswa dan guru. Harapannya, pada tahun depan akan bertambah lagi karya yang bisa dibukukan,” kata Endang.

Pada hari kedua Sarasehan Literasi, siswa dan guru SMP Negeri 1 Dawe diajak belajar menulis puisi dan cerpen dengan menghadirkan sastrawan asal Kudus, Jimat Kalimasada.

Baca Juga: Ekshibisi Solo Goenawan Mohamad di Museum OHD MagelangBaca Juga: Ekshibisi Solo Goenawan Mohamad di Museum OHD Magelang

Jimat mengatakan siswa perlu diajari menulis puisi agar mampu memahami dan menghargai dunia sekitar.

Kekuatan puisi terletak pada kemampuannya untuk memberikan arti pada dunia.

“Puisi mengajarkan kita bagaimana hidup. Adapun cerita itu salah satu yang paling disukai otak kita,” ujarnya.

Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda bukan Sekadar Memperingati, Tetapi Meruwat dan Merawat Makna Persatuan

Jimat menjelaskan siswa bisa menulis puisi bagus karena rajin berlatih.

Tidak ada teknik menulis puisi yang ampuh, kecuali berlatih.

“Dengan berlatih menulis, pikiran bawah sadar akan termotivasi untuk bekerja secara otomatis,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Jimat, cerpen yang bagus itu harus memiliki konflik dan solusi.

Jika kehilangan konflik, cerpen akan kehilangan satu unsur sehingga menjadi tidak menarik.

Pada gelaran kedua Sarasehan Literasi tersebut, siswa dan guru diajak menghasilkan satu puisi.

Mereka diberi kesempatan dalam waktu 15 menit menulis puisi dan kemudian narasumber mengulas karya mereka.

Antusiasme ditunjukkan siswa selama paparan yang disampaikan Jimat.

“Saya mendapatkan banyak ilmu baru tentang menulis dan terinspirasi untuk mulai menulis kreatif,” kata Haikal, siswa kelas VIII-A.

Selain siswa, para guru juga senang bisa memperoleh tambahan ilmu dalam menulis puisi.

Erna Wijayanti SPd, guru IPA SMP 1 Dawe Kudus, mengaku termotivasi untuk menerbitkan buku antologi puisi.

“Semoga kegiatan literasi di SMP Negeri 1 Dawe terus bergelora,” harapnya.

Halaman:
1
2
3

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PTM SMP 100 Persen, Disdik Imbau Tetap Prokes Ketat

Senin, 10 Januari 2022 | 19:09 WIB

SDN Cebongan 01 Juara Lomba Administrasi Gudep Pramuka

Senin, 27 Desember 2021 | 07:15 WIB
X