Akademisi Dorong Pemanfaatan Cangkang Kerang untuk Media Pembelajaran

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:50 WIB
Hasil cangkang kerang yang sudah selesai dibersihkan dengan menggunakan mesin. (suaramerdeka.com/dok)
Hasil cangkang kerang yang sudah selesai dibersihkan dengan menggunakan mesin. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pembelajaran dengan metode sains, enggineering, art dan math atau lebih dikenal dengan STEAM, dinilai membuat peserta didik terutama tingkat PAUD akan menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Adapun media pembelajaran yang digunakan yakni media loose parts, atau bahan yang dapat dengan mudah ditemukan, dibawa, digabungkan, dirancang ulang, dipisahkan, dan disatukan kembali dengan berbagai cara.

Diantara contohnya barang-barang alam seperti batu alam, pasir, dan cangkang kerang.

Baca Juga: Pengembangan SDM Jadi Tantangan Politeknik Bina Trada

Untuk itu, dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti melalui kegiatan pengabdian, memberikan pelatihan pembuatan produk loose parts kepada warga dan kaum difabel di RW IV, Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

"Pelatihan yang kami berikan berupa pembersihan cangkang kerang menggunakan mesin Rotary Barel Basah dan Barel Berputar kering."

"Kemudian pengolahan dan pembuatan produk loose part, kerajinan serta pengemasan produk agar lebih menarik," tutur Sucihatiningsih, selalu ketua tim pengabdian, Jumat, 22 Oktober 2021.

Baca Juga: Kedisiplinan Anak Menurun, Sekolah Dituntut Kreatif di Tengah PJJ

Turut mendampingi atau sebagai anggota kegiatan pengabdian yakni Prof Siti Harnina Bintari dan Dr Rahina Nugrahani serta dibantu sejumlah mahasiswa UNNES.

Menurutnya, bahan baku cangkang kerang untuk bahan pembelajaran sangat dibutuhkan di masa belajar dari rumah, terutama untuk jenjang pendidikan PAUD.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Komunitas Sahabat Disabilitas Semarang

Rabu, 17 November 2021 | 16:53 WIB

PCINU Tiongkok Dipilih, Sebarkan Moderasi Beragama

Senin, 15 November 2021 | 19:14 WIB

PTKIS Berbasis Riset, Mungkinkah?

Rabu, 10 November 2021 | 14:17 WIB
X