Pengembangan SDM Jadi Tantangan Politeknik Bina Trada Semarang

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:39 WIB
Penyerahan SK Direktur dan Wakil Direktur Politeknik Bina Trada Semarang. (suaramerdeka.com/dok)
Penyerahan SK Direktur dan Wakil Direktur Politeknik Bina Trada Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan besar bagi Politeknik Bina Trada Semarang.

Ketua Yayasan Bina Wiyata Mandiri, dr Muchlis Achsan Udji Sofro menyatakan, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus program kerja ke depan.

Aspek penting lain yang menurutnya perlu ditata menyangkut akreditasi. Saat ini pihaknya masih terus berproses untuk memperoleh akreditasi sebagaimana yang diinginkan.

Baca Juga: Dukung Mutu Pembelajaran Santri, Baznas Bantu Biaya Pendidikan 200 Santri

"Banyak tantangan yang harus dilalui, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia. Hal ini untuk membantu dosen dalam jabatan fungsional, termasuk sertifikasi dosen," kata dr Muchlis, Jumat, 22 Oktober 2021.

Ia menyampaikan hal itu saat memberikan arahan pada kegiatan penyerahan SK pengurus Yayasan Bina Wiyata Mandiri kepada Direktur dan Wakil Direktur Politeknik Bina Trada secara luring dan virtual.

SK diserahkan kepada pimpinan Polbitrada yang baru saja disahkan. Direktur dijabat oleh Hj Wahyuni SH M Hum, lalu Wadir I Rina Puspita SSiT MKes, Wadir II Resti Ariani MBiomed, dan Wadir III Mulyono SKom MKom.

Penyerahan SK Direktur Politeknik Bina Trada. Suaramerdeka.com/Eko Fataip

Sebelumnya politeknik tersebut dijabat oleh Plt Direktur Rina Puspita yang merangkap sebagai Wadir I, Mugiyanto SSos MM (Wadir II), dan Mulyono (Wadir III). Ketiganya telah habis masa jabatan.

Dr Muchlis menekankan agar program yang dirancang saat ini menjadi tugas bersama.

Baca Juga: Kedisiplinan Anak Menurun, Sekolah Dituntut Kreatif di Tengah PJJ

Muchlis juga meminta agar terjalin komunikasi yang baik antara pengurus yayasan dan pimpinan perguruan tinggi.

"Mohon dicatat betul program apa yang masih menjadi tugas bersama. Dari sisi akreditasi kami masih terus berproses. Terpenting selalu komunikasi dengan yayasan, agar permasalahan yang ada tidak menumpuk dan bisa diuraikan," imbuhnya.

Politeknik Bina Trada merupakan perguruan tinggi dibawah naungan Yayasan Bina Wiyata Mandiri.

Baca Juga: Habib Umar Al Muthohar: Santri Harus Siap Membangun Relasi

Perguruan tinggi yang beralamat di Jalan Sambiroto, Tembakang itu memiliki tigas membuka Program Studi (Prodi). Yaitu Prodi Teknologi Bank Darah (TBD), Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK), dan Prodi Teknik Elektro Medis (TEM).

Prodi tersebut berfokus pada pendidikan vokasi, yakni 70 persen perkuliahan praktek.

Sehingga lulusan diharapkan sudah terlatih dan siap di industri dunia kerja.

Baca Juga: Hari Santri Nasional, Bupati Temanggung: Santri Jadi Pelopor Vaksinasi

Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Kota Semarang, Shofa Chasani meyakini perguruan tinggi ini nantinya akan makin diminati calon peserta didik dengan bertambahnya jumlah mahasiswa.

Menurut Shofa, orientasi itu perlu diimbangi dengan upaya serius dari semua pihak terkait serta berupaya profesional dalam mengembangkan institusi.

"Kami yakin mahasiswa di perguruan tinggi ini nantinya bisa bertambah banyak. Apalagi jika diurus dengan baik dan profesional. Kami berharap bisa berkembang lebih baik di masa mendatang," tuturnya. ***

Halaman:
1
2
3

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jurnal Akta Unissula Peroleh Akreditasi Sinta 2

Rabu, 26 Januari 2022 | 08:48 WIB

Begini Kriteria Calon Rektor Unnes Periode 2022-2026

Jumat, 21 Januari 2022 | 17:16 WIB
X