Punya Peran Besar, Unwahas Gembleng Santri Cendekia di Era Kemerdekaan Indonesia

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 12:39 WIB
Rektor Unwahas, Muzdakkir Ali membuka rangkaian kegiatan Hari Santri 2021 yang salah satunya diisi dengan pembekalan dan matrikulasi mahasiswa penerima beasiswa santri dari Kemenag. (suaramerdeka,com / Hari Santoso)
Rektor Unwahas, Muzdakkir Ali membuka rangkaian kegiatan Hari Santri 2021 yang salah satunya diisi dengan pembekalan dan matrikulasi mahasiswa penerima beasiswa santri dari Kemenag. (suaramerdeka,com / Hari Santoso)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Peran santri dan ulama terbukti sangat besar dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah bahkan mencatat tak hanya semangat juang yang diberikan santri, melainkan pengorbanan harta, raga, hingga nyawa.

Kasub Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Dr Basnang Said menegaskan perlunya pengorbanan besar para ulama dan santri menjadi suri teladan dalam mengisi kemerdekaan.

“Termasuk bagaimana kini mengisi kemerdekaan dengan membentuk santri cendekia melalui perkuliahan dari dalam kampus. Pemerintah melalui Kementrian Agama mendukung lahirnya para santri sebagai calon pemimpin umat dan bangsa yang berakhlak mulia,” kata dia dalam diselenggarakan rangkaian acara peringatan Hari Santri 2021 secara virtual, di Kampus Unwahas.

Baca Juga: Bandara Ahmad Yani Berlakukan Syarat PCR, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Lakukan Perjalanan

Forum ini dibuka resmi Kamis 21 Oktober 2021, Rektor Unwahas, Prof Dr Mudzakkir Ali, ditandai dengan kegiatan akademi berupa pembekalan dan matrikulasi untuk mahasiswa penerima beasiswa santri.

Ditambahkannya pada era Pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) pernah digagas kemunculan 5.000 orang doktor dari kalangan santri sebagai upaya memajukan sumber daya manusia pondok pesantren.

Melalui dunia pesantren ditanamkan nilai-nilai positif seperti proses membentuk kecendekiawanan, kebangsaan, dan kemandirian seseorang.

“Sejalan dengan itulah maka santri yang kini menempuh perkuliahan di berbagai perguruan tinggi termasuk Unwahas diberikan beasiswa dari negara,” kata dia.

Baca Juga: Gempa Bumi 5,3 SR Guncang Selatan Jawa Timur, Tak Berpotensi Tsunami

Adapun Ayah Gus Dur yang merupakan ulama besar dan seorang menteri, yaitu KH Wahid Hasyim, kini namanya disematkan untuk kampus.

Rektor Mudzakkir mengakui para santri diproyeksikan menjadi pemimpin negeri maupun umat ke depannya.

“Istilah santri juga diartikan dari banyak kata mulai dari Sastri dari Bahasa Sansekerta, yang artinya melek huruf. Dari Bahasa Indonesia yang artinya orang yang sedang belajar. Lalu dari Bahasa India yang artinya orang belajar kitab suci. Ada pula yang mengartikan santri adalah cantrik atau seseorang yang sedang berguru ilmu. Lain waktu ada yang menyebutnya dari Bahasa Inggris Sun Tree atau orang yang harus menjaga tiga matahari yakni iman, Islam dan ikhsan,” kata dia.

Sementara itu sejumlah ulama mengatakan santri adalah seseorang yang selalu menjaga busana, akhlak, mentaati ajaran agama, meninggalkan kemaksiatan dan sebagai pemimpin umat.

Berkenaan peringatan Hari Santri maka patut dikenang peran besar para santri dan ulama dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan NKRI.

Dekan FAI Iman Fadhilah menuturkan kampus ini tidak akan dapat terlepas dari unsur maupun semangat menggelora para santri. Bahkan nama universitas ini juga disematkan pada sosok santri KH Wahid Hasyim.

“Menjadi bagian keluarga Wahid Hasyim kami juga akan meneladani dan mengikuti akhlak para ulama. Para santri di dalam kampus ini pun berkomitmen mengembangkan ilmu dan pengetahuan mendasari nilai-nilai ahlush wal jamaah (aswaja)," kata dia.***

Halaman:
1
2

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jurnal Akta Unissula Peroleh Akreditasi Sinta 2

Rabu, 26 Januari 2022 | 08:48 WIB

Begini Kriteria Calon Rektor Unnes Periode 2022-2026

Jumat, 21 Januari 2022 | 17:16 WIB
X