Pemahaman Literasi Digital Penting, Hindarkan Jadi Korban Pinjaman Online

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:00 WIB
Institut Teknologi Telkom Purwokerto bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan webinar nasional dengan tajuk 'Berbahasa Sehat Indonesia Tangguh'. (suaramerdeka.com / dok)
Institut Teknologi Telkom Purwokerto bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan webinar nasional dengan tajuk 'Berbahasa Sehat Indonesia Tangguh'. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Ganjar Harimansyah, mengatakan, pemahaman tentang literasi digital pada era ini sangat penting.

Banyak orang menjadi korban pinjaman online karena kurangnya literasi digital.

Mereka tidak membaca peraturan pinjaman online secara lengkap sehingga rentan terlilit utang tersebut.

“Indonesia dengan 170 juta orang yang menggunakan media sosial wajib meningkatkan pemahaman literasi digitalnya agar terhindar dari masalah-masalah yang tidak diinginkan, salah satunya melalui pembelajaran bahasa berbasis literasi di sekolah” jelasnya.

 

Hal itu diungkapkannya dalam  webinar nasional dengan tajuk “Berbahasa Sehat Indonesia Tangguh” melalui aplikasi Zoom pada 19 Oktober 2021, hasil kerja sama Institut Teknologi Telkom Purwokerto dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: AMI Awards 2021: 'Bangkit dan Berlari' Barasuara Masuk Nominasi

“Pada era ini telah banyak tenaga manusia dalam dunia kerja tergantikan oleh mesin. Meskipun begitu, kita tetap optimistis melihat hal ini karena yang tidak bisa digantikan manusia oleh mesin adalah hati nurani dan bahasa verbal manusia dengan segala nilai rasanya,” kata Ganjar.

Selain itu, kata Ganjar, saat ini dunia telah dikuasai oleh kecerdasan buatan, tetapi eksistensi manusia tidak dapat tergeser.

Dengan keadaan demikian, negara Indonesia perlu meningkatkan kualitas pekerja pada era digital seperti saat ini.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X