Direktur Narabahasa Ivan Lanin: Bahasa Gaul Adalah Keniscayaan

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:12 WIB
Ivan Lanin. (Twitter)
Ivan Lanin. (Twitter)

Suaramerdeka.com - Sosok Ivan Lanin mungkin paling pas jika berbicara tentang bahasa gaul sebagai penjaga dan pencinta bahasa Indonesia.

Bahkan, Ivan Lanin lebih riang menyebut dirinya sendiri sebagai 'Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia, pendiri Narabahasa dan perangkai kata'

Bahasa gaul uang acap digunakan anak muda di loka tertentu, atau masyarakat di daerah tertentu, sebagai sarana berkomunikasi antarmereka.

Bahkan dulu di Yogyakarta, juga di Semarang, Jakarta, Malang, dan banyak tempat lainnya, banyak bahasa gaul, yang hanya dimengerti oleh penggunanya belaka.

Baca Juga: Active Selling Kominfo 2021: Peminat di Jawa Tengah Naik Hampir 2 Kali Lipat

Sebagai bahasa preman, anak jalanan, anak gaul, pun bahasa mata-mata di saat pergerakan pada sebuah bangsa.

Bagaimana pendapat Ivan Lanin, yang mengaku mencintai bahasa Indonesia seperti mencintai kehidupan, memandang bahasa gaul yang acap dicitrakan dekat dan lekat dengan dunia anak muda?

Berikut jawaban sang penjaga bahasa Indonesia, yang berjarak sebenang dengan petani kata-kata, atau penyair, yang memperlakukan lema, diksi dan turunannya, seperti anak-anaknya sendiri.

Ditanya soal anak muda memilih berkomunikasi dengan bahasa gaul, Ivan menyebut, selain fungsi komunikasi, bahasa juga memiliki fungsi ekspresi dan fungsi sosial.

Baca Juga: PON XX Papua Usai: Sarmidi Rela Sewa Mobil Jemput Siti Nafisatul Hariroh dari Semarang

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X