Dongkrak Pariwisata, Akademisi Unnes Inisiasi Virtual Tour

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:52 WIB
Sejumlah dosen dan mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Unnes saat melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Bejalen, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com/dok)
Sejumlah dosen dan mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Unnes saat melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Bejalen, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Satu diantara sektor yang terdampak langsung adanya pandemi Covid-19 adalah pariwisata.

Pelaku wisata pun dituntut kreatif agar tetap eksis dan mampu bertahan ditengah keterpurukan.

Untuk membantu menggairahkan sektor ini, tim pengabdian Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Semarang (UNNES) menginisiasi pembuatan virtual tour 360 derajat di Desa Bejalen, Kabupaten Semarang.

Baca Juga: Perhutani Gandeng Kejari Kebumen Tangani Masalah Hukum Perdata dan TUN

Koordinator tim pengabdian, Nurjannah Rahayu Kistanti MSi mengemukakan, daerah tersebut merupakan salah satu desa yang bergantung pada wisata. Desa Bejalen memiliki daya tarik berupa wisata kampung pelangi dan kampung rawa.

"Pandemi membawa pukulan berat terhadap penduduk desa ini. Salah satu upaya agar bertahan dan tetap eksis dengan memanfaatkan teknologi informasi, yakni dengan melakukan e-tourism berbasis virtual tour (virtual reality video 360 derajat)," ungkapnya, Kamis (14/10).

Menurut Nurjannah, virtual tour ini sebagai pengganti kunjungan langsung ke objek wisata.

Baca Juga: Kontes Robot Indonesia Digelar Daring, Ratusan Tim Ikut Berlaga

Diharapkan pula mampu menarik wisatawan ketika kondisi sudah dimungkinkan untuk dikunjungi langsung.

Ia menyebut, pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Indonesia.

Berdasarkan data BPS pada 2019, sumbangan pariwisata terhadap PDB sebesar 4,8 persen, sedangkan terhadap PDB global sebesar 10 persen.

"Ketika pandemi datang, sektor pariwisata mendapat pukulan berat. Adanya kebijakan tertentu menyebabkan berkurangnya pengunjung dan pada akhirnya menyebabkan pendapatan pelaku wisata ini turun tajam," ujarnya.

Baca Juga: Pandemi, Jabar Moncer di PON Papua Bukti Pembinaan Atlet Tak Terganggu

Nurjannah menambahkan, program pengabdian masyarakat ini mencakup dua aspek implementasi.

Yaitu aspek peningkatan kapasitas teknologi dan aspek teknologi pemasaran.

Aspek teknologi berupa virtual tour berbasis google street view 360º.

Adapun aspek teknologi pemasaran berbasis web dan teknologi digital (database).

"Untuk virtual tour Desa Bejalen dapat diakses di laman https://bejalenambarawa.id/. Kedatangan kami para dosen dan mahasiswa juga disambut baik oleh kepala desa setempat, Nowo Sugiarto," inbuhnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X