Teknologi Tepat Guna, Kunci Peternak Kambing Dapat Susu dengan Kualitas Terbaik

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:15 WIB
Tim Dosen Polines berada di Desa Barukan Kecamatan Tengaran Semarang untuk memantau penerapan rekayasa teknologi membantu peternak susu kambing. (suaramerdeka.com / dok)
Tim Dosen Polines berada di Desa Barukan Kecamatan Tengaran Semarang untuk memantau penerapan rekayasa teknologi membantu peternak susu kambing. (suaramerdeka.com / dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Tim Dosen Polines membuat rekayasa di bidang teknologi informasi untuk membantu petani susu perah di Desa Barukan Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

Salah satu kunci mendukung peternak kambing mendapatkan susu dengan kualitas terbaik adalah teknologi tepat guna.

"Aktivitas para dosen Polines ini sehubungan membantu mitra peternak agar mendapatkan hasil produksi susu kambing yang maksimal," tutur Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Polines, Muhlasah Novitasari Mara, di lokasi Desa Barukan.

Di tempat itu staf pengajar perguruan tinggi vokasi tersebut menggandeng peternakan kambing Mitra Agro Abadi Farm yang merupakan peternakan kambing perah jenis Sapera dengan hasil utama adalah susu.

Baca Juga: Hamil Anak Pertama, Siti Badriah: Masih Ngerasa Nggak Percaya

Sejauh ini Mitra Agro Abadi Farm menggunakan cara manual untuk memantau kondisi kandang yakni dengan cara mengira-ngira perubahan suhu, kelembapan dan perubahan gas amonia.

Padahal ketiga faktor tersebut harus diperhatikan dalam bisnis peternakan kambing perah agar mendapatkan susu dengan kualitas yang baik.

"Suhu udara yang tinggi di atas 30 derajat celcius akan mengakibatkan kambing stres sehingga berdampak pada kuantitas dan kualitas produksi susu," imbuh anggota tim Sarono Widodo baru-baru ini.

Selain itu tingkat stres akibat panas juga bisa menurunkan kekebalan tubuh sehingga kambing rentan terhadap penyakit, bahkan berisiko kematian hewan ternak.

Baca Juga: Laporan Keuangan Semakin Baik, Demak Lima Kali Raih WTP

Kotoran kambing berupa gas Amonia (NH3) juga dapat menurunkan kekebalan tubuh hewan seperti halnya suhu lingkungan yang terlalu panas.

Kadar gas amonia kandang sendiri sangat bergantung pada kelembaban suhu. Semakin tinggi kelembaban kandang, semakin tinggi pula kadar gas pada kandang.

Tim pengabdian masyarakat yang juga melibatkan dosen Taufiq Yulianto dan Dewi Anggraeni memberikan pendampingan pemantauan suhu, kelembaban dan kadar gas ammonia berbasis android agar lebih terukur.

Alat pemantau suhu, kelembaban dan kadar gas ammonia berbasis android yang diberikan kepada Mitra Agro Abadi Farm adalah hasil karya mahasiswa D4 Program Studi Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Semarang, Adha Ozy Prima Dewangga, Arifah Fajrin dan Alifah Nur Hidayah.

Adapun Pemilik Mitra Agro Abadi Farm, Hendy Joko Ariwibowo, AMd merasa sangat terbantu dengan adanya alat pemantau hasil karya mahasiswa Politeknik Negeri Semarang tersebut karena pemilik dapat memantu kondisi kandang seacar terukur hanya melalui ponsel dimanapun dan kapanpun.

Terlebih lagi alat pemantau dapat memberikan notifikasi secara tepat waktu sehingga pemilik peternakan dapat memberikan penanganan secara cepat apabila kondisi kandang tidak sesuai dengan kondisi ideal.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UPGRIS-Dokkes Polda Jateng Gelar Vaksinasi Lanjutan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 21:40 WIB
X