Awas, Terjadi Pergeseran Nilai Pendidikan, Urgen Nilai Kepahlawanan

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:49 WIB
Sejumlah narasumber menghadiri kegiatan penguatan nilai kepahlawanan dan keperintisan Dinsos Jateng di Hotel Quest Semarang, Selasa (12/10). (suaramerdeka.com/dok)
Sejumlah narasumber menghadiri kegiatan penguatan nilai kepahlawanan dan keperintisan Dinsos Jateng di Hotel Quest Semarang, Selasa (12/10). (suaramerdeka.com/dok)

Awas Terjadi Pergeseran Nilai Pendidikan, Urgen Nilai Kepahlawanan

SEMARANG, suaramerdeka.com – Sekolah dan guru diingatkan dengan adanya potensi pergeseran nilai-nilai pendidikan.

Celakanya, pergeseran nilai pendidikan menjadi salah satu indikasi memudarnya nilai-nilai kepahlawanan yang mesti ditanamkan oleh sekolah.

Akademisi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr Agus Sutono mengungkapkan pendidikan saat ini lebih fokus pada hal-hal yang kognitif.

Siswa memang menjadi pintar dari sisi itu. Namun kenyataanya ada mata pelajaran yang menjadi seperti anak tiri.

Baca Juga: Pantai Asemdoyong Pemalang Dihijaukan, 65 Ribu Bibit Mangrove Ditanam

Celakanya mapel itu justru sebenarnya penting untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Misal pendidikan Kewarganegaraan tidak jadi core. Karena tidak masuk dalam indikator kognitif. Saya tidak melakukan judgement salah atau benar, tapi memotret secara makro kondisi yang ada,” kata agus pada kegiatan penguatan nilai kepahlawanan dan keperintisan melalui guru dan tokoh masyarakat yang diselenggarakan Dinsos Jateng di Hotel Quest Semarang, Selasa, 12 Oktober 2021.

Narasumber lain yang hadir adalah Dr Alamsyah yang merupakan akademisi Undip dan Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Jateng, Deni Riyadi.

Menurut Agus, kondisi negatif lain yang terlihat saat ini adalah netizen Indonesia yang kebanyakan adalah anak-anak muda dicap sebagai netizen paling berisik di dunia.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

UPGRIS-Dokkes Polda Jateng Gelar Vaksinasi Lanjutan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 21:40 WIB
X