Rektor Apresiasi PTM Terbatas Berbasis Blended Learning FITK UIN Walisongo Semarang

- Senin, 11 Oktober 2021 | 15:18 WIB
Rektor didampingi Dekan dan Wakil Dekan meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang. (suaramerdeka.com/dok)
Rektor didampingi Dekan dan Wakil Dekan meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rektor UIN Walisongo Semarang, Imam Taufik meninjau langsung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Ia menegaskan bahwa para mahasiswa harus menjadi pionir protokol kesehatan baik di dalam maupun di luar kelas.

Hal ini disampaikan saat berbincang dengan mahasiswa yang ada di ruang kelas dan ruang maya (zoom).

“Protokol kesehatan harus selalu dijaga baik ketika pembelajaran maupun setelah pembelajaran selesai. Satu lagi yang terpenting, usahakan untuk tidak berkerumun setelah selesai pembelajaran” Jelasnya.

Baca Juga: Arya Saloka Rambah Bisnis Kuliner Kyodimsum, Ciptakan Menu Andalan Nagasaki

FITK memiliki fasilitas protokol kesehatan lengkap seperti tempat cuci tangan dan hand sanitizer yang tersebar di berbagai sudut kampus.

Hal ini dilakukan untuk mendorong kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Mustika, salah satu mahasiswa semester 1 yang mengikuti perkuliahan mengaku senang dan antusias mengikuti pembelajaran secara langsung walaupun masih terbatas.

“Alhamdulillah, saya senang karena bisa mengikuti pembelajaran di kampus UIN Walisongo secara langsung. Kelasnya bagus dan sudah berbasis IT, jadi lebih semangat untuk belajar,” ujarnya.

Baca Juga: Pendakian Gunung Merbabu Kembali Buka 2 Jalur, Pendaki Dibatasi Maksimal 25 Persen

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

UPGRIS-Dokkes Polda Jateng Gelar Vaksinasi Lanjutan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 21:40 WIB
X