Tingkatkan Mutu Pendidikan, Ketua BAN S/M: Sistem Akreditasi Perlu Direformasi

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 07:38 WIB
Ketua Badan Akreditas Nasional Sekolah dan Madrasah, Dr. Toni Toharudin, M.Sc. (kiri) saat menjadi narasumber Fellowship Jurnalisme Pendidikan. (suaramerdeka.com/dok)
Ketua Badan Akreditas Nasional Sekolah dan Madrasah, Dr. Toni Toharudin, M.Sc. (kiri) saat menjadi narasumber Fellowship Jurnalisme Pendidikan. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Reformasi sistem akreditasi pendidikan di tingkat sekolah dan madrasah harus dilakukan. Korelasi perkembangan status akreditasi dan kualitas pendidikan sejak 2005 hingga 2017 secara empirik menunjukkan kelemahan.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M), Toni Toharudin, dalam diskusi Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) Batch 3,  yang diselenggarakan secara virtual, Jum'at, 8 Oktober 2021.

Kegiatan FJP yang diinisasi Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan PT Paragon Technology dan Innovation diikuti 15 peserta dari berbagai media di Indonesia.

Baca Juga: Pendirian Universitas Siber Muhammadiyah, Pengamat: Langkah yang Sangat Inovatif

Toni mengatakan, dalam proses akreditasi, pengukuran yang dilakukan BAN menunjukkan sesuatu yang harus dirubah secara substansi. Hal ini karena pengukuran yang dilakukan sebelumnya, itu lebih banyak kepada aspek yang sifatnya komplain.

"Artinya hanya pemenuhuan secara administratif. Sehingga sekolah madrasah ketika akan diakreditas kalau dokumen itu dipersiapkan secara lengkap, maka hasilnya status akreditasinya cenderung baik," ungkap Toni.

"Padahal kalau kita lihat lebih jauh lagi, substansi kualitasnya itu tidak betul-betul tergali dengan baik," imbuhnya.

Baca Juga: Datang ke Semarang? Wajib Coba Lima Rekomendasi Kuliner Ini

Kemudian muncul pertanyaan terakait validitas instrumen akreditasi, dan kredibilitas sistem manajemen akreditasi sekolah dan madrasah.

Karena itu, BAN melalukan evaluasi diri dan mereview terkait kajian-kajian empirik akreditasi dan kinerja sistem pendidikan.

Di samping itu BAN melakukan kajian teori dan diskusi dengan berbagai pihak yang ekspert dengan dunia pendidikan.

Baca Juga: Diterima Menjadi P3K, Guru Honorer Sujud Syukur

Selain itu BAN juga menganalisis sistem dan instrumen serta benchmarking terhadap negara-negara yang sudah maju dalam bidang pendidikan terutama aspek penjaminan mutu.

"Dengan evaluasi diri tersebut, kita mendapatkan temuan perlu melakukan reformasi agar akreditasi lebih efisien dan efektif, tanpa backlog," terang alumni Gronigen University, Netherlands.

Dari sisi instrumen, lanjut Toni, perlu dilakukan perubahan instrumen lama, menjadi instrumen baru yang fokus terhadap pengukuran kinerja sekolah. Selain itu harus memperkuat rekomendasi agar tindak lanjut lebih konkrit dan efektif.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ingin Beasiswa G20 ke Australia, Cek di Sini

Minggu, 17 Juli 2022 | 16:11 WIB
X