Diterima Menjadi P3K, Guru Honorer Sujud Syukur

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 23:05 WIB
Perwakilan para guru honorer yang tergabung dalam DPP Forum Honorer Non-Kategori 2 PGHRI melakukan sujud syukur, usai bersilaturahmi dengan PGRI Jateng, di Jalan Lontar No.1, Semarang, Jumat (8/10). (SM/Muhammad Arif Prayoga)
Perwakilan para guru honorer yang tergabung dalam DPP Forum Honorer Non-Kategori 2 PGHRI melakukan sujud syukur, usai bersilaturahmi dengan PGRI Jateng, di Jalan Lontar No.1, Semarang, Jumat (8/10). (SM/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perwakilan guru honorer yang tergabung dalam DPP Forum Honorer Non-Kategori 2 PGHRI (Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia) bersilaturahmi ke kantor Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah di Jalan Lontar No.1, Karangtempel, Semarang Timur.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada PGRI Jawa Tengah, karena berkat bimbingan dan pembinaan yang dilakukan, akhirnya berhasil lulus tes selesi untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K).

Tidak hanya berhenti di situ saja, para guru honorer tersebut bahkan melakukan sujud syukur dihadapan para pembimbingnya itu.

Baca Juga: Gandeng PMI, Masyarakat Antusias Ikuti Donor Darah di Balai Karantina Pertanian Semarang

Ketua Umum DPP Forum Honorer Non-Kategori 2 PGHRI (Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia), Raden Sutopo Yuwono, menyampaikan, bahwa banyak guru honorer yang akhirnya dapat lulus tes seleksi P3K karena adanya penambahan bonus nilai kompetensi teknis dan penurunan passing grade (ambang batas nilai minimum).

''Kami menjadi guru honorer pertama yang lulus di seleksi kompetensi tahap I P3K. Total keseluruhan yang lulus tes awalnya hanya ada sekitar 100 ribu guru honorer.

Namun, berkat adanya penambahan bonus dan penurunan ambang batas nilai minimum maka jumlahnya bertambah menjadi 173.329 guru honorer, untuk seluruh Indonesia. Membuat mereka yang awalnya tidak lolos, akhirnya berhasil lulus,'' papar dia, Jumat (10/8).

Walaupun perwakilan guru honorer ini telah lulus, lanjut Sutopo, masih banyak teman-temannya yang menjadi guru honorer belum mencapai keberhasilan tersebut. Beberapa diantaranya terjadi karena rata-rata belum menjalani Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Dirinya berharap, PGRI Jateng bisa memfasilitasi guru honorer yang belum lulus tersebut untuk mendapatkan motivasi dan bimbingan kembali agar dapat berhasil.

''Ada yang belum lulus karena tidak memiliki ijazah S1 atau belum PPG. Harapannya, agar nanti pada saat tes seleksi kompetensi tahap II dan tahap III P3K pada 2022, dapat lulus.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Sekolah Nasima Jalin Kerja Sama dengan Cambridge

Minggu, 21 November 2021 | 21:38 WIB
X