Antisipasi Kriminal Remaja, Mahasiswa UNY Buat Setiti

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 19:51 WIB
Program pencegahan klithih melalui aplikasi. (Foto: ist)
Program pencegahan klithih melalui aplikasi. (Foto: ist)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Salah satu kriminalitas remaja yang sampai sekarang masih terjadi di Yogyakarta, aksi klithih.

Klithih sebenarnya bermaknsa positif tetapi akibat maraknya kriminalitas remaja, akibatnya mengalami pergeseran menjadi negatif.

Klithih dimaknai sebagai kenakalan bahkan kriminalitas remaja. Biasanya dilakukan malam hari, menciderai orang lain bahkan orang yang tidak dikenal.

Para remaja klithih menggunakan senjata tajam atau lainnya setiap menjalankan aksinya.

Baca Juga: Pemkab Semarang Komitmen Bantu Warga Terdampak Covid-19

''Mereka yang seharusnya mengisi waktu luang dengan kegiatan pengembangan diri, justru berkeliling dengan sepeda motor dan membawa peralatan yang membahayakan orang lain,'' ungkap mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, Aziz Muzaki.

Ia merasa prihatin dengan kondisi tersebut dan berusaha melakukan upaya guna meminimalisir aksi klithih.

Bersama teman-temannya, Hajidah Salsabila Allissa Fitri, Annurdien Rasyid, Putri Milenia Gusdian, Maria Ameylia Trisna Murti, membuat program mencegah aksi kriminal tersebut.

Menurut Aziz, banyak hal yang mempengaruhi perilaku klitih antara lain pola asuh orangtua, keluarga bermasalah, karakter individu, waktu senggang, dan hubungan dengan kelompok serta lingkungan.

Ia dan teman-temannya berupaya mereduksi aksi klitih melalui pelatihan pemberdayaan psikis dan perilaku.

Program Sekolah

Menurut Aziz Muzaki mereka mereduksi aksi klitih oleh pelajar melalui implementasi program Sekolah Anti Klitih (Setiti). Bentuknya, pelatihan pemberdayaan psikis dan perilaku dalam Setiti mobile application.

Baca Juga: Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak harus Transparan, RUU TPKS Diharap Segera Tuntas

Fitri menambahkan, kelompoknya menggandeng MAN 3 Sleman sebagai sekolah mitra. Ia berharap para siswa dapat berperan aktif dalam program tersebut.

Aplikasi Setiti dibuat untuk memudahkan sasaran menerima ilmu yang akan ditransfer yang memuat fitur akses modul, buku pedoman dan unggah video beserta poster.

Ada beberapa program dalam aplikasi yakni monitoring dan pendampingan, sharing session, keluarga guyub. Ada pula pembuatan poster mimpi.

Setiap pelajar yang mengikuti program Setiti didampingi orangtuanya. Mereka harus membuat poster mimpi sebagai gambaran cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai.

''Orangtua akan memberi arahan kepada pelajar mengenai hal-hal yang harus dilakukan dan dihindari untuk mencapai mimpi-mimpi,'' tandas Fitri.

Halaman:
1
2

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Juknis ASN P3K, Kemendikbud Bajak Guru Swasta

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:48 WIB

Pramuka Harus Mampu Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Selasa, 28 Desember 2021 | 22:25 WIB

Implementasi Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi

Sabtu, 25 Desember 2021 | 22:09 WIB

Wujudkan Merdeka Belajar, Guru Perlu Ubah Pola Pikir

Senin, 20 Desember 2021 | 17:49 WIB
X