Teknologi Tak Bisa Gantikan Peran Pendidik, Wamenag: Ada Nilai, Kerjasama dan Kompetensi

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 15:19 WIB
Wamenag Zainut Tauhid Saadi. (Dok. Humas Kemenag)
Wamenag Zainut Tauhid Saadi. (Dok. Humas Kemenag)

wam JAKARTA, suaramerdeka.com - Perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan dalam menjalani kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan.

Manfaat teknologi makin terasa saat dunia dilanda wabah virus Covid-19. Namun demikian, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran pendidik.

Pesan ini disampaikan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi saat menyampaikan keynote speaker pada Konferensi Internasional ke-7 tentang Pendidikan dalam Masyarakat Muslim yang digelar secara virtual oleh UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Rabu 6 Oktober 2021.

Baca Juga: Targetkan 2024 Tidak Ada Lagi Kemiskinan Ekstrem di Indonesia, Wapres Beberkan 2 Pendekatan

“Pandemi Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan, melalui bantuan teknologi," ujar Wamenag.

"Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran pendidik, guru maupun dosen, serta interaksi pembelajaran antara pelajar dan pengajar,” imbuhnya.

Menurut Wamenag, edukasi atau pendidikan tidak hanya sekedar memperoleh pengetahuan namun juga tentang nilai, kerjasama dan kompetensi.

Baca Juga: BTS Beri Pengaruh Global Lewat Kampanye LOVE MYSELF, Sukses Raup Keuntungan 3,6 Juta USD

Wamenag juga melihat konferensi pendidikan ini sangat penting dan strategis, untuk mendiskusikan sekaligus merumuskan eksistensi pendidikan.

Ditambahkan Wamenag, paradigma berfikir tentang pendidikan dan pembelajaran, kurikulum, nilai dan tradisi yang melekat pada budaya bangsa jangan sampai terabaikan.

Produk pendidikan harus mampu untuk menjawab kebutuhan masa depan kemanusiaan. Termasuk saya kira tentang pendidikan Islam yang tidak semata-mata melakukan transfer of knowledge tetapi juga transfer of value.

Baca Juga: Bocor Video Penyiksaan Penjara Rusia, 4 Pejabat Dipecat

“Cara kita berinteraksi dalam pendidikan, desain kurikulum dan pembelajaran sampai pada bagaimana kita mengoptimalkan teknologi sebagai piranti penting mengembangkan pendidikan harus mengalami penyesuaian,” pesan Wamenag.

Wamenag mengatakan, menggunakan teknologi untuk mengembangkan pendidikan dituntut kreativitas dan inovasi setiap individu.

Sebab pendidikan bukan hanya transmisi pengetahuan, tetapi juga bagaimana memastikan pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik.

“Tantangan ini juga menjadi kesempatan bagi komunitas pendidikan, bagaimana penggunaan teknologi dapat membantu membawa mahasiswa dan pelajar menjadi kompeten di abad ke-21. Keterampilan yang paling penting pada abad ke-21 adalah self-directed learning atau pembelajar mandiri sebagai outcome dari ikhtiar Pendidikan,” paparnya.

“Situasi ini bukan hanya menjadi tantangan bagi mahasiswa, namun juga para dosen dalam menyampaikan edukasi, di mana para dosen perlu memastikan bahwa mahasiswa memahami materi pembelajaran dengan baik,” tandasnya.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Juknis ASN P3K, Kemendikbud Bajak Guru Swasta

Minggu, 9 Januari 2022 | 20:48 WIB

Pramuka Harus Mampu Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Selasa, 28 Desember 2021 | 22:25 WIB

Implementasi Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi

Sabtu, 25 Desember 2021 | 22:09 WIB

Wujudkan Merdeka Belajar, Guru Perlu Ubah Pola Pikir

Senin, 20 Desember 2021 | 17:49 WIB
X