Mahasiswa Baru Dikenalkan Model Kampus Merdeka, Merdeka Belajar

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 19:50 WIB
UPGRIS melakukan penerimaan mahasiswa baru untuk pertama kalinya, dengan menggelar kegiatan Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (Poema), bertema ''Muda: Adaptif, Kreatif, dan Inovatif'', yang dilaksanakan di Ballroom kampus setempat. (SM/dok)
UPGRIS melakukan penerimaan mahasiswa baru untuk pertama kalinya, dengan menggelar kegiatan Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (Poema), bertema ''Muda: Adaptif, Kreatif, dan Inovatif'', yang dilaksanakan di Ballroom kampus setempat. (SM/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berencana untuk memperkenalkan model Kampus Merdeka, Merdeka Belajar (KMMB) kepada mahasiswa barunya.

Tercatat 3.702 orang telah diterima menjadi mahasiswa baru UPGRIS untuk program S1, S2 dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tahun ajaran 2021-2022.

Rektor UPGRIS, Dr Muhdi, menyampaikan, pengenalan KMMB akan dilaksanakan secara maksimal, khususnya di era pandemi Covid-19. Para mahsiswa baru tersebut selanjutnya akan dibekali pengetahuan untuk mengasah kemampuan soft skill, mulai dari sejak masuk kuliah.

Pihaknya tidak ingin, kalau kemampuan soft skill yang dimiliki mahasiswa justru hadir pada saat semester 6, 7 dan 8 saja. Konsep tersebut merupakan salah satu bentuk dari penerapan KMMB.

Baca Juga: Tahun Depan, Tol Cisumdawu Bisa Beroperasi

''Sejak awal, mereka harusnya telah memiliki pemahaman tersebut. Apalagi, UPGRIS memiliki pilihan program pembelajaran ke luar kampus, pada akhir-akhir semester.

Namun sebelum itu, kami mencoba untuk membuat mahasiswa mulai berkomunikasi dengan antar program studi (Prodi). Mereka akan bergabung dengan mahasiswa dari Prodi lain pada mata kuliah umum,'' ujar dia, di sela-sela Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (Poema) UPGRIS bertema ''Muda: Adaptif, Kreatif, dan Inovatif'', yang dilaksanakan di Ballroom kampus setempat.

Menurut Dr Muhdi, mahasiswa yang terbiasa dalam satu kelas mata kuliah yang sama, dengan mahasiswa dari Prodi lain, ternyata bisa mendapatkan manfaat yang banyak.

Antara lain, mereka dapat menjadi paham dengan karakter mahasiswa dari Prodi lain, mengetahui perspektif-perspektif yang baru.

Misalnya, saat belajar mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) antara mahasiswa teknik dan hukum tentu berbeda memahaminya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Ika FISIP Undip Targetkan 40 Beasiswa

Selasa, 11 Januari 2022 | 20:40 WIB
X