Peningkatan Kompetensi Guru TK Jadi Tantangan, Rektor UPGRIS: Belum Ada Standar yang Sama

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 17:12 WIB
BERIKAN ARAHAN : Rektor UPGRIS, Dr Muhdi memberikan arahan pada workshop Peningkatan Kompetensi Guru Taman Kanak-kanak se-Jawa Tengah yang diselenggarakan PG PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPGRIS bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Jateng di kampus tersebut, Jumat 1 Oktober 2021. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
BERIKAN ARAHAN : Rektor UPGRIS, Dr Muhdi memberikan arahan pada workshop Peningkatan Kompetensi Guru Taman Kanak-kanak se-Jawa Tengah yang diselenggarakan PG PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPGRIS bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Jateng di kampus tersebut, Jumat 1 Oktober 2021. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Peningkatan kompetensi terhadap guru TK di tengah masa pandemi Covid-19 dinilai menjadi tantangan besar.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah yang juga Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr Muhdi menilai, tenaga pendidikan untuk tingkat TK belum memiliki standar yang sama.

Hal inilah yang menurutnya menjadi problem, sekaligus tantangan yang besar untuk meningkatkan kompetensi para guru.

"Kesadaran masyarakat untuk mendidik semakin tinggi, jumlah sekolah makin banyak. Problemnya sekarang tenaga pendidikan belum memiliki standar yang sama, karena rata-rata sekolah TK ini swasta," kata Muhdi usai membuka workshop Peningkatan Kompetensi Guru Taman Kanak-kanak se-Jawa Tengah yang diselenggarakan PG PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPGRIS bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Jateng di kampus tersebut, Jumat 1 oktober 2021.

Baca Juga: Pembobol ATM Pakai Alat Las 8 Hari Beraksi di Empat Lokasi, Terpaksa Ditembak Saat Diamankan


Menurut Muhdi, guru TK dituntut memiliki keterampilan khusus, dan kreativitas agar anak didik dapat ditanamkan karakter yang baik. Mereka perlu media pembelajaran seperti gambar, sebab anak seusia TK belum sepenuhnya mampu ditanamkan logika.

"Pelatihan ini menjadi penting, karena guru TK diharapkan mampu mendidik anak-anak dengan cara-cara yang unik, kreatif, namun tetap memberi pesan yang baik," ujarnya.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jateng, Haerudin yang hadir pada kesempatan ini menyatakan, usia PAUD dan TK merupakan masa penting, bahkan menentukan dalam pembentukan karakter ketika sudah dewasa. Karenanya, pada usia tersebut merupakan tahap awal untuk mengenalkan pendidikan pancasila dan kebangsaan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dukung Pelaksanaan PTM, Siswa SDN Barukan 02 Divaksin

Sabtu, 29 Januari 2022 | 09:24 WIB

SD N Sikumpul 3 Rindukan Prestasi yang Pernah Terukir

Jumat, 28 Januari 2022 | 22:20 WIB

PTM SMP 100 Persen, Disdik Imbau Tetap Prokes Ketat

Senin, 10 Januari 2022 | 19:09 WIB
X