Menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri, SMPN 31 Semarang Luncurkan Agroesgasa Park

- Kamis, 30 September 2021 | 18:46 WIB
Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri bersama Kepala SMPN 31 Semarang saat meresmikan keberadaan Taman Agroesgasa, beberapa waktu lalu. (SM/Muhammad Arif Prayoga)
Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri bersama Kepala SMPN 31 Semarang saat meresmikan keberadaan Taman Agroesgasa, beberapa waktu lalu. (SM/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - SMPN 31 Semarang telah menyandang status menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional. Dalam rangka peningkatan status, situs tersebut menemukan keberadaan Agroesgasa Park pada Jumat (24/9).

Peresmian Taman Agroesgasa tersebut dihadiri secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Sapto Giri. 

Adapun taman tersebut berisi berbagai macam tumbuhan. Seperti taman bonsai, budidaya tanaman hias, budidaya tanaman buah, budidaya tanaman hidroponik, hingga budidaya ikan air tawar.

Kepala SMPN 31 Semarang, Agung Nugroho, mengatakan, peluncuran Taman Agroesgasa dalam rangka menuju tingkat Sekolah Adiwiyata Mandiri, yang merupakan kelanjutan dari Sekolah Adiwiyata Nasional. Untuk saat ini, SMPN 31 Semarang masih dalam tahap penilaian administrasi.

Baca Juga: Gatot Tuding TNI Disusupi Komunisme, Gus Muhaimin: Sudahlah, PKI Kenangan Pahit Masa Lalu

''Jika penilaian tersebut lolos, maka akan ada tahapan berikutnya berupa visitasi atau kunjungan di lapangan. Bila dinyatakan memenuhi persyaratan, sekolah kami akan menyandang status baru menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri. Adapun status yang sekarang yakni Sekolah Adiwiyata Nasional, telah diperoleh sejak 2018,'' ujar dia, Kamis (30/9).

berharap, proses harapan akan mampu berjalan dengan baik dan lancar. Meski begitu, Agung Nugroho juga telah menyatakan bersiap-siap untuk melakukan evaluasi. Kalau nanti standar penilaian masih dianggap belum memenuhi kriteria dan persyaratan yang ada.

''Kami tentunya akan terus mencoba membenahi kekurangan yang ada pada tahun-tahun berikutnya, kalau ternyata dinyatakan belum berhasil. Namun sebaliknya, jika ternyata berhasil, maka kami akan menjadi SMP yang pertama di Kota Semarang menyandang status Sekolah Adiwiyata Mandiri,'' papar dia.

Meski begitu, dirinya masih tetap optimis SMPN 31 Semarang akan mampu memenuhi persyaratan kualitas. 

Hal tersebut dikarenakan, keberadaan sekolah yang terletak di Jalan Tambakharjo No.184, Tambakharjo, Kecamatan Semarang Barat tersebut, mendukung secara lahan dan lingkungannya.

Baca Juga: Warga dan Civitas Akademika UPS Tegal Antusias Ikuti Vaksinasi

''Kami juga memiliki Rumah Kompos yang bahan-bahan pembuatannya dari daun-daun kering tanaman di sekolah. Setelah diolah menjadi pupuk, nanti dimanfaatkan kembali untuk menyuburkan tanaman-tanaman yang ada di sekolah

Bahkan, kami juga membuat pupuk yang bahannya berasal dari bonggol pisang, buah jambu, dan apu-apu atau kiambang. Jadi semua bahan pupuk tersebut berasal dari tanaman di sekolah ini,'' terang dia.

Ketua Panitia Peluncuran Agroesgasa Park, Heriwanto, mengungkapkan, usaha menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri sekaligus untuk membuktikan bahwa pengembangan berbagai macam tanaman pun bisa dilakukan di sekolah

Artinya, pengembangan tanaman tidak hanya dapat dilaksanakan di sentra-sentra tanaman saja. Misalnya untuk sentra bunga banyak ditemui di daerah Bandungan dan Kopeng.

''Kami ingin membuktikan, bahwa kami pun bisa melakukan hal tersebut di SMPN 31 Semarang,'' terang dia. 

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Sekolah Nasima Jalin Kerja Sama dengan Cambridge

Minggu, 21 November 2021 | 21:38 WIB
X