PTM Terbatas Harus Tetap Diikuti Pencegahan Meluasnya Covid-19

- Selasa, 28 September 2021 | 10:52 WIB
Kegiatan PTM. (foto: jatengprov.go.id)
Kegiatan PTM. (foto: jatengprov.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas harus tetap diiringi dengan upaya serius dalam mencegah penyebaran kasus Covid-19.

Termasuk dengan memperhatikan riwayat kesehatan peserta didik dan tidak mewajibkan ikut PTM bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan atau anggota keluarga dengan penyakit bawaan.

“Sangat dianjurkan apabila sekolah-sekolah melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi peserta didik serta orang tua/anggota keluarga yang memiliki penyakit bawaan ini. Mereka yang teridentifikasi sebaiknya tidak diwajibkan untuk mengikuti PTM,” tegas Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Latasha Safira.

Kemendikbud-Ristek dan Dinas Pendidikan juga wajib memastikan bahwa sekolah-sekolah yang mengikuti PTM terbatas memiliki fasilitas dan sanitasi yang lengkap dan baik serta para guru dan stafnya sudah tervaksinasi lengkap.

Baca Juga: Dolar Menguat untuk Sesi Kedua Berturut-turut Usai Kenaikan Imbal Hasil Obligasi

Sekolah, menurut Latasha, perlu memastikan terpenuhinya beberapa persyaratan dalam SKB 4 menteri.

Yaitu ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, akses kepada fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, adanya alat pengukur suhu thermogun dan pemetaan warga satuan pendidikan.

Perlu pemeriksaan secara masif terkait pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah, terutama terkait dengan check-list dari pemerintah.

Pemeriksaan juga perlu dilakukan per klaster sekolah untuk mengetahui mengapa muncul kasus Covid-19 di sana.

Baca Juga: Salah Paham soal Isu Klaster PTM Terbatas, Mendikbudristek Ungkap 3 Miskonsepsi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Kriteria Calon Rektor Unnes Periode 2022-2026

Jumat, 21 Januari 2022 | 17:16 WIB
X