Nadiem Makarim Sebut Data Pemicu Miskonsepsi Terkait Klaster PTM dari Satuan Pendidikan belum Diverifikasi

- Selasa, 28 September 2021 | 09:56 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam Keterangan Pers usai Rapat mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Suaramerdeka.com /Humas Setkab/Jay
Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam Keterangan Pers usai Rapat mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Suaramerdeka.com /Humas Setkab/Jay

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menegaskan bahwa data yang memicu terjadinya miskonsepsi terkait klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berasal dari satuan pendidikan yang belum diverifikasi.

“Itu berdasarkan laporan data mentah yang ternyata banyak sekali erornya. Contohnya, banyak sekali yang melaporkan jumlah positif Covid-19 melampaui daripada jumlah murid di sekolah–sekolahnya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Nadiem Makarim menegaskan akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di satuan pendidikan.

Baca Juga: Temukan Mutiara Quran Terbaik, Yayasan Wakaf Bina Amal Gelar LCC Tahfidz Nasional

"Kita akan secara spesifik akan menutup sekolah kalau sudah melampaui lima persen positivity rate,” terangnya.

Diketahui, munculnya ada miskonsepsi terkait adanya klaster PTM.

Menurut Nadiem Makarim, ada tiga miskonsepsi.

Baca Juga: Ini strategi Menkes Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah saat PTM

Pertama, isu mengenai adanya klaster penularan akibat PTM terbatas yang mencapai 2,8 persen satuan pendidikan dalam satu bulan terakhir.

Kedua, penularan Covid-19 belum tentu terjadi di satuan pendidikan.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

1.222 Guru Ikuti Uji Pengetahuan PPG

Selasa, 7 Desember 2021 | 22:27 WIB

Sekolah Nasima Jalin Kerja Sama dengan Cambridge

Minggu, 21 November 2021 | 21:38 WIB
X