Salah Paham soal Isu Klaster PTM Terbatas, Mendikbudristek Ungkap 3 Miskonsepsi

- Selasa, 28 September 2021 | 09:36 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim. (suaramerdeka.com / dok)
Mendikbud Nadiem Makarim. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sejumlah kesalahpahaman terkait isu klaster pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang saat ini beredar di masyarakat, akhirnya diluruskan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.

Usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), secara virtual, Mendikbudristek Nadiem Makarim menyebut ada tiga miskonsepsi.

Miskonsepsi pertama, kata Nadiem Makarim, adalah isu mengenai adanya klaster penularan akibat PTM terbatas yang mencapai 2,8 persen satuan pendidikan dalam satu bulan terakhir.

“(2,8 persen) itu adalah data kumulatif (sejak Juli 2020), bukan data per satu bulan,” ujar Nadiem Makarim, Senin 27 September 2021 sore.

Baca Juga: Startup 'JasTukang', Jembatani Tukang Serabutan dan Warga Pengguna Jasa

Miskonsepsi kedua adalah penularan Covid-19 belum tentu terjadi di satuan pendidikan.

Nadiem Makarim menuturkan, persentase tersebut bukan data klaster melainkan data jumlah sekolah yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular Covid-19.

“2,8 persen dari sekolah yang dilaporkan oleh sekolahnya ada yang [terkena] Covid-19, itu pun belum tentu mereka melaksanakan PTM,” ujarnya.

Miskonsepsi Ketiga, isu mengenai 15 ribu murid dan tujuh ribu guru yang terkonfirmasi positif selama PTM terbatas.

Baca Juga: Tekan Kecelakaan, Partisipasi Generasi Muda Taat Aturan Lalu Lintas Harus Diberlakukan Sejak Dini

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mari Belajar Huruf Vokal Mandarin Lebih Dalam

Minggu, 16 Januari 2022 | 07:20 WIB
X