Ini strategi Menkes Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah saat PTM

- Senin, 27 September 2021 | 20:59 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin/Setkab
Menkes Budi Gunadi Sadikin/Setkab

 

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan sekolah yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) hanya akan kembali belajar online selama 14 hari ketika memiliki tingkat positif di atas lima persen sebagai bagian strategi mencegah penyebaran Covid-19.

Menkes menjelaskan bahwa pemerintah akan secara aktif mencari kasus dengan tujuan surveilans dan menggunakan sampel.

"Kita tentukan di tingkat kabupaten/kota berapa jumlah sekolah yang melaksanakan tatap muka dari situ kita ambil 10 persen untuk sampling kemudian dari 10 persen ini kita bagi alokasi berdasarkan kecamatan," ujarnya dalam konferensi pers virtual yang diikuti di Jakarta pada Senin 27 Septembr 2021.

Baca Juga: Aktor Asing di Squid Game Anupam Tripathi Kejutkan Netizen dengan Latar Belakang Pendidikannya

Alokasi berdasarkan kecamatan itu dilakukan, karena para epidemiolog mengatakan penularan lebih berpotensi terjadi antarkecamatan dan karena itu wilayah epidemiologis per kecamatan harus diawasi dengan ketat.

Pemerintah kemudian akan melakukan pengujian PCR terhadap sampel 30 siswa dan 3 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) per sekolah yang rutin dilakukan satu kali per bulan.

Dari pengujian jika ditemukan kasus positif di sekolah di bawah satu persen maka pembelajaran tatap muka akan tetap berjalan untuk anggota kelas yang tidak terpapar. Tes akan dilakukan terhadap kontak erat dari yang terbukti positif dan semuanya dikarantina di rumah.

Baca Juga: Video Musik ‘Sticker’ NCT 127 Tempati Tangga Lagu Teratas di Youtube Chart

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PTM SMP 100 Persen, Disdik Imbau Tetap Prokes Ketat

Senin, 10 Januari 2022 | 19:09 WIB

SDN Cebongan 01 Juara Lomba Administrasi Gudep Pramuka

Senin, 27 Desember 2021 | 07:15 WIB
X