Menag: Moderasi Beragama Jadikan Manusia Damai Berdampingan

- Senin, 27 September 2021 | 17:30 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan sambutan secara virtual dalam kegiatan kuliah umum dan peluncuran pusat studi moderasi beragama di Kampus Unwahas. (suaramerdeka.com/dok)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan sambutan secara virtual dalam kegiatan kuliah umum dan peluncuran pusat studi moderasi beragama di Kampus Unwahas. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, Suaramerdeka.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan konsep moderasi beragama memberikan dukungan terhadap usaha saling menghargai dan hidup damai.

Konsep ini didukung penuh semakin bergaung serta diterapkan luas.

“Kementrian Agama bahkan sudah merumuskan indikator moderasi beragama. Dimulai dari komitmen kebangsaan bahwa dengan pemahaman keagamaan semakin meneguhkan hubungan kuat agama serta negara."

"Kemudian sikap toleransi memberikan ruang pada orang lain beragama sesuai keyakinannya,” kata Yaqut Cholil saat menyampaikan sambutan secara virtual dalam kegiatan kuliah umum dan peluncuran pusat studi moderasi beragama di Kampus Unwahas, Senin, 27 September 2021.

Baca Juga: Bukan Hanya Sekedar Hobi, 5 Budidaya Ikan Ini Ternyata Hasilkan Cuan

Kuliah Umum tersebut menghadirkan Prof KH Noor Achmad (Ketua Yayasan Wahid Hasyim) dan KH Abu Hapsin PhD (Staf Pengajar UIN Walisongo).

Selebihnya, mengundang Rektor Unwahas Prof Dr Mudzakir Ali dan Dekan FAI Dr Iman Fadhilah.

Mengedepankan toleransi maka tumbuh pemikiran positif yang menghargai kesetaraan serta bersedia bekerjasama.

Hal lain bagian dari moderasi beragama adalah anti kekerasan serta ramah tradisi yang tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Baca Juga: Wisata Mulai Menggeliat, Kawasan Bandara Jadi Destinasi Bersepeda

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

PDIL Unika Lahirkan Doktor Ilmu Lingkungan Pertama

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:45 WIB

Pemilihan Rektor USM: Lima Calon Sampaikan Visi Misi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:24 WIB
X