Disdik Terapkan Kurikulum Lokal Gastronomi, Dipelopori SD Marsudirini 77 Salatiga

- Minggu, 26 September 2021 | 07:36 WIB

SALATIGA, suaramerdeka.com - Dinas Pendidikan Kota Salatiga berharap agar sekolah dasar (SD/SMP) menerapkan kurikulum muatan lokal gastronomi.

Seperti tata boga/kuliner.

Kurikulum muatan lokal tersebut mendukung Kota Salatiga yang telah masuk nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) Tahun 2021, kategori Creative City of Gastronomy.

Baca Juga: Sinergi Kolaboratif, 2 SD Muhammadiyah Saling Belajar dan Bertukar Informasi

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Yuni Ambarwati SH, saat menghadiri kegiatan jeda tengah semester dan pesta nama, bertema ''Gastronomi'' di SD Santa Theresia Marsudirini 77 Salatiga, Sabtu, 25 September 2021.

Dalam kegiatan itu guru, orang tua, dan siswa unjuk kemampuan membuat dan memamerkan aneka makanan tradisional khas Kota Salatiga.

Secara daring siswa dan orang tua di rumah, juga melakukan hal yang sama.

Baca Juga: Guru Harus Bisa Menjadi Influencer, Memberi Pengaruh Positif pada Murid

''Saya memberikan apresiasi kepada SD Marsudirini 77 Salatiga yang dipimpin Bapak FX Ernastyono, karena mampu mengimplementasi Salatiga Kota Gastronomi di sekolah. Hal ini sejalan dengan kebijakan Disdik yang memperbolehkan sekolah menerapkan mapel gastronomi. Mapel gastronomi mendukung upaya Pemkot Salatiga setelah dinyatakan masuk nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) Tahun 2021, kategori Creative City of Gastronomy,'' kata Yuni Ambarwati.

Dijelaskannya, penerapan mapel gastronomi merupakan upaya melaksanakan paradikma baru pendidikan sesuai kebutuhan anak.

Anak didik diberikan life skills membuat berbagai produk olahan makanan, terutama makanan tradisional khas Kota Salatiga.

Sejalan dengan itu, sangat mendukung upaya Kota Salatiga menjadi Kota Kreatif Gastronomi Dunia.

Kegiatan kreatif SD Marsudirini 77 tersebut diharapkan menjadi pelopor dan dilaksanakan sekolah dasar lainnya.

Kepala SD Marsudirini 77 Salatiga, FX Ernastyono menjelaskan, gastronimi awalnya merupakan hal yang asing bagi guru, siswa, dan orang tua.

Ternyata makna gastronomi tidak jauh dari konsep kegiatan tata boga atau kuliner, yang sebenarnya sudah kerap dilaksanakan di SD Marsudirini 77 Salatiga.

Sejak sebelum masa pandemi, sekolah selalu menggelar kegiatan masak-memasak yang dilaksanakan siswa dan orang tua di sekolah, kemudian menjualnya kepada pengunjung yang datang.

Gastronomi ala SD Marsudirini 77 Salatiga itu, terkait pula dengan upaya mengajak siswa dan orang tua membuat pangan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.

Membiasakan membuat makanan yang sehat dan aman dikonsumsi bagi anak, diharapkan mendukung kecerdasan anak.

Seperti diketahui, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) yang berada di bawah Kemendikbud-Ristek RI, merekomendasikan Kota Salatiga masuk nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) Tahun 2021, kategori Creative City of Gastronomy.

Keberhasilan menjadi Creative City of Gastronomy atau kota kreatif kuliner dunia akan mendukung kemajuan pariwisata di Kota Salatiga.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekolah Nasima Jalin Kerja Sama dengan Cambridge

Minggu, 21 November 2021 | 21:38 WIB

ANBK Gantikan UNBK, Apa Perbedaan Keduanya?

Selasa, 16 November 2021 | 16:35 WIB
X