Nguri-nguri Budaya, Laboratorium Dakwah FDK UIN Gelar Pelatihan MC, Pranatacara dan Pamedarsabda

- Kamis, 23 September 2021 | 22:16 WIB
Divisi Media Tradisional Labda FDK Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, menggelar pelatihan MC, Pranatacara dan Pamedar sabda di Gedung Teater IsDB Soshum, Rabu (22/9) dan Kamis (23/9). (sm/dok)
Divisi Media Tradisional Labda FDK Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, menggelar pelatihan MC, Pranatacara dan Pamedar sabda di Gedung Teater IsDB Soshum, Rabu (22/9) dan Kamis (23/9). (sm/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Divisi Media Tradisional Laboratorium Dakwah (Labda) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, menggelar pelatihan MC, Pranatacara dan Pamedar sabda.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya melestarikan kearifan lokal yang ada.

Koordinator Divisi Media Tradisional Laboratorium Dakwah, Ayu Faiza Algifahmy mengatakan, pelatihan tersebut merupakan agenda rutin laboratorium sebagai ciri khas Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Pelatihan itu, katanya, berlangsung selama dua hari yakni Rabu (22/9) dan Kamis (23/9) dan dilaksanakan dalam dua fokus.

Baca Juga: Teknologi Tak Bisa Gantikan Peran Pendidik

"Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua fokus. Hari pertama materi pelatihan terfokus dengan kawruh medhar sabda yakni melihat redaksi yang sering digunakan namun salah digunakan.

Ditambah memaparkan beberapa contoh redaksi yang biasa dipakai dalam uluk salam, pitepangan, puji syukur, pamungkas, atur pasrah calon temanten kakung, atur panampi pasrah calon atau temanten kakung.

Di hari kedua, peserta pelatihan melakukan latihan, simulasi dan uji pranatacara dan pamedhasrsabda sesuai pakem Jawa," katanya, Kamis (23/9).

Sekretaris Laboratorium Dakwah, Kurnia Muhajarah menambahkan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya sadar untuk tetap nguri-nguri budaya Jawa sebagai identitas fakultas sebagai akulturasi budaya Islam berbasis local wisdom.

"Pelatihan ini merupakan implementasi dari Unity of Sciences UIN Walisongo yang selaras dengan semangat Moderasi Beragama dalam mewujudkan Ummatan Wasathan," ujar Kurnia.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Pendidik LPQ Dibekali Karakter Aswaja dan Nasionalisme

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:02 WIB

Teknologi Tak Bisa Gantikan Peran Pendidik

Kamis, 23 September 2021 | 22:12 WIB
X