Teknologi Tak Bisa Gantikan Peran Pendidik

- Kamis, 23 September 2021 | 22:12 WIB
Rektor UPS Tegal Prof Dr Fakhruddin MPd menyampaikan sambutan, saat Wisuda Program Magister (S2), Program Sarjana Strata 1 (S1) dan Diploma 3 (D3), yang digelar secara online di Auditorium Darjoen Seno Atmadja, Kamis (23/9).(suaramerdeka.com/Riyono Toepra)
Rektor UPS Tegal Prof Dr Fakhruddin MPd menyampaikan sambutan, saat Wisuda Program Magister (S2), Program Sarjana Strata 1 (S1) dan Diploma 3 (D3), yang digelar secara online di Auditorium Darjoen Seno Atmadja, Kamis (23/9).(suaramerdeka.com/Riyono Toepra)

TEGAL, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 memberikan cerminan keberlangsungan dunia pendidikan perguruan tinggi di masa datang melalui bantuan teknologi.

Akan tetapi, teknologi yang digunakan tidak dapat menggantikan peran pendidik. Khususnya dalam proses interaksi pembelajaran.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Pancasakti (UPS) Tegal Prof Dr Fakhruddin MPd saat Wisuda Ke-11 Program Magister (S2), Wisuda ke-66 Program Sarjana (S1) dan Wisuda Ke-43 Program Diploma 3.

Yang digelar secara online, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat, di Auditorium Darjoen Seno Atmadja, Kamis (23/9).

Baca Juga: Dua Guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga Raih Juara Lomba Video Pendek

''Karena pendidikan tidak hanya sekedar mendapatkan ilmu pengetahuan. Akan tetapi mendapatkan pembelajaran tentang nilai, kerja sama, serta kompetensi pada setiap mahasiswa,'' tandas Rektor UPS Tegal.

Situasi pandemi seperti sekarang, kata dia, menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi setiap pendidik, untuk memiliki kreativitas dalam penggunaan teknologi, guna pengembangan dunia pendidikan. Yakni, agar dapat tersampaikan dengan baik.

Hal ini juga menjadi sebuah kesempatan pihaknya untuk mengembangkan kreativitas dalam penggunaan teknologi. Dengan harapan dapat membantu mahasiswa mendapatkan kompetensinya, untuk menghadapi sistem dan tatanan baru yang saya sampaikan di atas.

Sambutan Rektor dengan mengusung tema ''Wisudawan Tanggung Untuk Indonesia Tumbuh'', juga menegaskan kunci sukses seorang sarjana.

Menurut dia, bukanlah semata diukur karena lulus dengan predikat cumlaude atau predikat yang terbaik. Melainkan ketika seseorang memiliki kejujuran, kepercayaan, dan karakter yang kuat, yang mampu memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Pendidik LPQ Dibekali Karakter Aswaja dan Nasionalisme

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:02 WIB

Teknologi Tak Bisa Gantikan Peran Pendidik

Kamis, 23 September 2021 | 22:12 WIB
X