Siswa Tidak Sehat, Diminta Tidak Usah Ikut PTM

- Kamis, 23 September 2021 | 18:44 WIB
Kepala SMPN 2 Semarang, Drs Siminto. (suaramerdeka.com/dok)
Kepala SMPN 2 Semarang, Drs Siminto. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMPN 2 Semarang telah didahului simulasi selama dua tahapan, dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Kondisi itu menjadikan para murid dan guru sudah tidak terlalu kaget, karena mulai dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut.

Untuk mencegah terjadinya klaster baru Covid-19 di sekolah, upaya pencegahan selalu disampaikan setiap harinya kepada orangtua atau wali murid.

Pihak sekolah melalui grup medsos, selalu mengingatkan dan mengimbau agar murid yang mengalami kondisi tidak sehat, diminta untuk tidak usah mengikuti PTM dan diperbolehkan beristirahat untuk sementara waktu di rumahnya.

Baca Juga: Kurangi Dampak Pencemaran Lingkungan, Semarang Gelar Lomba Pengelolaan Limbah Domestik

Mereka pun masih bisa mengikuti pembelajaran secara daring, tanpa harus datang ke sekolah.

"Kami tegaskan, murid dan guru yang merasa tidak enak badan sedikit saja, diimbau untuk tidak usah masuk sekolah. Baik karena demam tinggi, batuk, pilek, maupun susah pernafasan."

"Ini demi kebaikan bersama dalam rangka mencegah terjadinya klaster baru Covid-19 di sekolah. Kami juga memberlakukan jaga jarak dan melarang kerumunan di antara murid," papar Kepala SMPN 2 Semarang, Drs Siminto, ditemui di ruang kerjanya, Kamis. 23 September 2021.

Larangan tidak boleh berangkat ke sekolah itu, untuk mengantisipasi agar kejadian serupa di Purbalingga beberapa waktu ini jangan sampai menimpa di SMPN 2 Semarang.

Baca Juga: Lovers of The Red Sky jadi Trending, Suguhkan Kisah Romansa Cinta Segitiga Masa Dinasti Joseon

Disampaikannya, pemeriksaan murid dan guru telah berlangsung sejak dari pintu masuk sekolah.

Mereka yang mengantar, hanya boleh berada di depan sekolah. Sementara saat datang, murid sudah langsung dicek suhunya, diminta mencuci tangan dengan sabun, yang juga tersedia di depan masing-masing kelas.

Sementara hand sanitizer juga disediakan di dalam dan luar kelas. Sementara saat pulang sekolah, murid harus menunggu hingga jemputan datang di dalam kelas.

"Para murid pun diminta membawa kanebo saat ke sekolah. Jadi sebelum pelajaran pertama dimulai, mereka diminta untuk membersihkan meja dan kursinya dengan alkohol yang telah tersedia."

"Ini juga berlaku pada saat jam pulang sekolah. Tujuannya untuk sterilisasi meja dan kursi mereka," ungkap dia.

Baca Juga: Truk Hantam Honda Astrea, Warga Bandaharjo Ungaran Barat Tewas Seketika

Selain itu, SMPN 2 Semarang juga telah menjalin koordinasi dengan Puskesmas Halmahera.

Dalam jangka waktu sepekan sekali, mereka melakukan testing dan tracking kepada warga sekolah itu.

Ditambahkan Siminto, sebagian besar muridnya telah mengikuti vaksinasi yang telah dilangsungkan di SMPN 3 Semarang, SMPN 15 Semarang, SMPN 25 Semarang dan Puskesmas Halmahera.

"Hanya saja yang belum divaksinasi yakni bagi mereka yang belum berumur 12 tahun atau berada di kelas VII."

"Ini terpaksa terjadi karena memang secara sistem tertolak karena vaksinasi baru diperbolehkan bagi usia di atas 12 tahun," terang dia.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

1.222 Guru Ikuti Uji Pengetahuan PPG

Selasa, 7 Desember 2021 | 22:27 WIB

Sekolah Nasima Jalin Kerja Sama dengan Cambridge

Minggu, 21 November 2021 | 21:38 WIB
X