Model Percontohan Desa Siaga Covid-19 Binaan Undip Digagas, Inisiasi Sejumlah Program

- Rabu, 22 September 2021 | 10:24 WIB
Tim Pengabdian Undip menginisiasi alat cuci tangan bongkar pasang. (suaramerdeka.com / dok)
Tim Pengabdian Undip menginisiasi alat cuci tangan bongkar pasang. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Program pengabdian kepada masyarakat khususnya desa binaan Undip menginisiasi sejumlah program model percontohan desa siaga Covid-19 di wilayah Kecamatan Tembalang.

Kegiatan tahun kedua ini menjadi upaya agar pemberdayaan masyarakat mampu menjadi garda terdepan pencegahan perluasan wabah Covid-19.

''Kami melakukan pelatihan pembuatan alat cuci tangan pedal yang bisa bongkar pasang yang bisa dimanfaatkan warga semisal nanti ada kegiatan yang berpindah lokasi,'' kata salah satu tim pengusul Lintang Dian Saraswati, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip, Rabu 22 September 2021.

Dua pengusul lainnya adalah, Vivi Endar Herawati dari Fakultas Perikanan dan ilmu Kelautan serta Henni Kusuma Dari Fakultas Kedokteran.

Baca Juga: Penguatan Pasar Global Picu Sedikit Pelemahan Dolar AS dari Level Tertinggi

Menurut Lintang, Tembalang juga berdekatan lokasinya dengan Universitas Diponegoro.

Tempat tinggal sebagian besar mahasiswa, dosen dan tendik terletak di wilayah kelurahan Tembalang. Kecamatan Tembalang juga pernah menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus PDP tinggi.

"Dengan program pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan Kelurahan Tembalang dapat menjadi desa percontohan dalam penanganan Covid-19 ini untuk dapat memutus rantai penyebaran virus Covid-19," imbuhnya.

Kegiatan ini sekaligus juga mengedukasi masyarakat mengenai apa dan bagaimana virus Covid-19 dengan basis pola hidup bersih dan sehat kepada semua kalangan di Kelurahan Tembalang terutama yang ada di wilayah binaan Puskesmas Rowosari yang ada di kawasan tersebut.

Baca Juga: Kekhawatiran Prospek Konsumsi Global Membuat Harga Minyak Naik Moderat

Pada program pengabdian dengan skim IDBU (Ipteks Desa Binaan Undip), ini diharapkan dapat dibentuk satuan penanganan Covid-19 dengan memberdayakan kader desa.

"Kami lakukan pendampingan pembuatan masker, program hidup bersih cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, program kebersihan lingkungan dengan desinfektan, pengenalan gejala, prosedur penanganan pasien isolasi mandiri dan jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19, dan relaksasi mindfulness dalam mencegah kecemasan sebagai dampak negatif lain dari wabah Covid-19," imbuh Lintang.

Iptek yang akan diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah model intervensi perubahan perilaku.

Metode ini menekankan pada modifikasi lingkungan untuk membentuk perubahan perilaku pada masyarakat.

Baca Juga: IAEA Beri Penghargaan untuk Indonesia Atas Capaian Riset dan Pemanfaatan Teknologi Nukir

Sampai saat ini hasil yang didapat adalah inisiasi terciptanya desa siaga covid 19, pelatihan terkait pembuatan hand sanitizer dari lidah buaya.

Kemudian, pembuatan alat cuci tangan dengan sistem pedal yang dapat dibongkar pasang dengan mudah dan cepat, serta edukasi dan pemberian fasilitas terkait pencegahan Covid-19 untuk anak dan masyarakat.

Sarwan, Ketua RT. 004 RW. 003 Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang Kota Semarang mengapresiasi kegiatan tersebut.

''Kami warga menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap ada program-program lain dalam pendampingan dan bimbingan untuk meningkatkan kesejahteraan, kesehatan dan pembangunan fisik maupun non fisik sehingga berdampak positif di lingkungan,'' imbuh Sarwan.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Undip Fasilitasi Pemdes Wates Wujudkan Wisata Edukasi

Senin, 22 November 2021 | 09:24 WIB
X