Jurusan Teknik Elektro Unnes Berikan Pelatihan Konservasi Energi dan EBT Bagi Santri

- Selasa, 21 September 2021 | 23:15 WIB
Tim dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes), memberikan praktik efisiensi konsumsi listrik tenaga surya dan energi baru terbarukan (EBT) bayu, belum lama ini. (sm/dok)
Tim dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes), memberikan praktik efisiensi konsumsi listrik tenaga surya dan energi baru terbarukan (EBT) bayu, belum lama ini. (sm/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim dari Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes), memberikan pelatihan Konservasi Energi dan Energi Baru Terbarukan (EBT) kepada Santri Panti Asuhan Al Huda Petompon Gajahmungkur Semarang.

Ketua Tim Pelaksana Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Unnes, Said Sunardiyo mengatakan, tujuan diadakannya pelatihan itu untuk memberikan pelatihan teori dan praktik tentang konservasi energi yaitu tentang efisiensi peralatan listrik di panti asuhan Al Huda.

"Kemudian juga untuk memberikan pelatihan teori dan praktik pembangkitan energi listrik dari energi surya dan bayu (angin) dan memberikan wawasan tentang pentingnya energi bagi kehidupan para santri," kata Said, Selasa (21/9).

Baca Juga: Pandemi, Program Wakaf Rumah Zakat Sasar 10 Ribu UMKM Supaya Bangkit

Said mengungkapkan, Panti Asuhan Al Huda memiliki permasalahan besarnya rekening listrik pada setiap bulannya.

Di sisi lain, katanya, terjadinya pemborosan listrik di pondok, misalnya kondisi terang/siang hari lampu-lampu teras masih nyala, lampu di toilet dan tempat wudu putra dan putri yang menyala sepanjang hari, kipas angin tetap hidup saat tidak ada penghuni dan lain sebagainya.

Sehingga hal ini menyebabkan tidak efisien konsumsi tenaga listrik.

Selain itu, dia menambahkan jika peralatan listrik sebagian besar belum diganti dengan peralatan yang efisien, seperti lampu hemat energi.

Menurutnya, kadang-kadang para anak asuh menyetrika pakaian dalam jumlah sedikit sehingga kurang efisien dalam penggunaan panas setrika.

"Penggunaan peralatan listrik di panti masih belum hemat energi. Di samping hal tersebut para santri belum memahami bahwa listrik bisa dihasilkan selain dari sumber PLN, tetapi dapat dibangkitkan juga oleh EBT seperti sinar matahari/surya dan angin/bayu. sehingga perlu diberikan pemahaman yang jelas," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Menuju 40 Tahun, UWM Miliki Kampus Baru

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:00 WIB

Teliti Respons Perundungan, Argo Raih Doktor

Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:49 WIB
X