Multimedia Nusantara Politeknik Harapan Baru dalam Pembelajaran Vokasi

- Selasa, 21 September 2021 | 22:26 WIB
Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim pada penutupan PKN Tingkat II Tahun 2021 secara daring. (suaramerdeka.com / dok)
Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim pada penutupan PKN Tingkat II Tahun 2021 secara daring. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, inisiatif Yayasan Multimedia Nusantara untuk mengembangkan Multimedia Nusantara Politeknik (MNP) merupakan harapan baru dalam peningkatan mutu pembelajaran vokasi, khususnya di bidang industri kreatif.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sempat menyatakan bahwa dalam satu kesempatan, industri kreatif merupakan industri masa depan yang berperan besar sekali dalam membangun ekonomi nasional.

"Saya yakin MNP ini akan menjadi jawaban untuk kebutuhan kita akan pelaku industri kreatif yang tidak hanya terampil, tetapi punya kompetisi manajerial, kreatifitas, dan keberanian untuk berinovasi," ujarnya di Jakarta, Selasa 21 September 2021.

Baca Juga: Tingkatkan Nilai Ekonomis, PIRT untuk UMKM Rumahan Disosialisasikan KKN Unnes

Mendikbudristek menjelaskan ada tiga program studi (prodi) yang ditawarkan MNP yakni animation, event management, dan e-commerce logistics. Ketiga prodi tersebut, merupakan bidang-bidang yang sangat dibutuhkan untuk menguatkan ekosistem kreatif di Indonesia.

Lulusan sarjana terapan di ketiga bidang tersebut katanya, akan mendorong penciptaan dan hilirisasi terobosan anak bangsa di sektor industri kreatif. Ia pun yakin dengan besarnya peran Vokasi menyumbangkan sumber daya manusia (SDM) terbaik bagi negeri, akan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

"Oleh karena itu, saya berharap seluruh civitas academica MNP nantinya akan turut dalam upaya mewujudkan vokasi kuat, menguatkan Indonesia," katanya.

Baca Juga: 30.000 Desa Nikmati Program Pamsimas

Mendikbudristek menekankan kembali pentingnya kolaborasi antara akademi vokasi dan industri, dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA).

Dari tiga belas episode merdeka belajar yang telah diluncurkan, dikatakan Nadiem, dua di antaranya merupakan program penguatan vokasi, yakni SMK Pusat Keunggulan, dan Kampus Merdeka Vokasi.

"Ini bukti keseriusan kami dalam mendorong tercapainya visi nasional perwujudan SDM Unggul. Melalui SMK Pusat Keunggulan dan Kampus Merdeka Vokasi, kami menghadirkan skema baru dalam kolaborasi satuan pendidikan dengan mitra usaha dan industri, yakni link and match 8+I," tuturnya.

Dengan skema ini, Mendikbudristek berharap, SMK dan perguruan vokasi akan mendapat pendampingan yang sangat intensif dan holistik dari IDUKA, mulai dari pengembangan kurikulum sampai perekrutan lulusan.

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X