Aktivitas Notaris Mengemban Amanah Mulia, Tapi Berkonsekuensi Hukum

- Selasa, 21 September 2021 | 06:12 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com - Aktivitas yang dijalankan seorang notaris mengemban amanah mulia.

Kendati demikian kiprah mereka juga rawan permasalahan hukum.

“Alasan ini yang membuat perlunya notaris mengedepankan kejujuran. Selain itu mematuhi dan menjunjung kode etik profesi,” tutur notaris senior dan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) senior, Dr M Hafidz di Kampus Unissula Kaligawe.

Baca Juga: IMCC- Fisip Unwahas Gelar Seminar Kebijakan Luar Negeri AS Terhadap Muslim

Dia berbicara di hadapan mahasiswa baru Prodi Magister Kenotariatan Unissula, yang menjalani kuliah matrikulasi.

Forum ini dihadiri Sekretaris Prodi MKn Dr Bambang Tri Bawono serta dosen Dr Jawade Hafidz.

Selebihnya terdapat 93 mahasiswa dalam forum virtual yang dipusatkan di gedung fakultas hukum.

Baca Juga: Bekali Wisudawan Udinus, Ketua Kadin Jateng: Kolaborasi Akan Ciptakan Peluang Usaha

M Hafidz yang juga merupakan alumni program doktor ilmu hukum (PDIH) Unissula menambahkan, mahasiswa untuk tidak perlu khawatir.

Sebab, profesi ini sepenuhnya  dilindungi undang-undang.

Sepanjang notaris bekerja sesuai aturan dan mengedepankan kejujuran  risiko berhadapan dengan hukum sangat kecil.

UU No 2 Tahun 2014 menyatakan notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta autentik dan memiliki kewenangan lainnya.

“Ya benar memang ada contoh notaris yang ketika pensiun mengalami gugatan hukum.  Sebagai antisipasi mulai sekarang harus berhati-hati dan diawali dari hal-hal yang benar, mengingat tanggungjawab besar profesi ini,’’ tambahnya.

Selain dari sisi aturan perundang-undangan aktivitas notaris tidak bisa dilepaskan dari konteks pribadinya sebagai pemeluk ajaran agama.

Bagi mereka yang beragama Islam telah dijelaskan untuk selalu berbuat adil dan menjauhi perkara dusta penuh kecurangan.

Selebihnya M Hafidz menguraikan tugas notaris tidak lepas dari urusan mencatat transaksi maupun segala hal yang berkenaan perjanjian hukum. 

Kemudian diterbitkan akta autentik yang dinyatakan sah di hadapan hukum.

Bambang Tri Bawono menyatakan pemberian asupan ilmu dan pengetahuan sangat dibutuhkan untuk mahasiswa calon notaris profesional.

Berdasar alasan itu sebagai langkah memberikan pencerahan maka didatangkan pakar dan ahli untuk membagikan pengalaman.

Dia juga menyinggung lulusan MKn Unissula memiliki banyak keunggulan.

Misal dalam sistem perkuliahan yang mengedepankan prinsip budaya akademi Islami.

Hasilnya yakni lahir banyak notaris/pejabat pembuat akta tanah (PPAT) dengan keahlian membuat akta perjanjian/kontrak/dokumen yang mengedepankan kepentingan uma

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X