Dosen UIN Walisongo Teliti Batik Linggo untuk Perkuat Budaya Bangsa

- Senin, 20 September 2021 | 11:34 WIB
Proses produksi Batik Linggo yang diteliti dosen UIN Walisongo. (suaramerdeka.com / dok)
Proses produksi Batik Linggo yang diteliti dosen UIN Walisongo. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sejak ditetapkan oleh UNESCO sebagai Indonesian Cultural Heritage, batik menjadi semakin menunjukkan eksistensinya sebagai identitas kultural Bangsa Indonesia.

Batik hampir dipakai oleh semua kalangan di setiap saat.

Setiap daerah mempunyai ciri khas batik masing-masing, salah satunya adalah Batik Linggo yang berada di Limbangan – Kendal.

Selama ini batik hanya dikaji dari sudut seni, budaya dan ekonomi, namun tidak banyak yang mengkaji dari aspek sains ilmiah.

Baca Juga: Heboh! Coldplay Mention Presiden Jokowi Ikut Global Citizen Live

Hal ini yang menjadi alasan Teguh Wibowo, Dosen Kimia UIN Walisongo Semarang meneliti Batik Linggo dari sudut pandang sains ilmiah untuk memperkuat budaya bangsa.

Melalui penelitian ini diharapkan mampu menambah makna dari budaya bangsa, dalam hal ini Batik Linggo.

“Proses produksi Batik Linggo memuat banyak sekali kajian ilmiahnya, mulai dari pemilihan kain, pembuatan pewarna dari bahan alam sampai proses fiksasi."

"Sains tradisonal (indigenous science) dari masyarakat perlu dikuatkan dengan sains ilmiah. Hal inilah yang perlu diungkap dan tersampaikan ke masyarakat supaya semakin bangga dan ikut melestarikan batik."

Baca Juga: Seluruh Objek Wisata Demak Dibuka, Bupati Wajibkan Wisatawan Patuhi Prokes

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menuju 40 Tahun, UWM Miliki Kampus Baru

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:00 WIB

Teliti Respons Perundungan, Argo Raih Doktor

Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:49 WIB
X