PTM Terbatas, Learning Loss pada Siswa Perlu Diprioritaskan

- Senin, 20 September 2021 | 10:00 WIB
 Sejumlah murid di sebuah SD Blora Kota sempat masuk sekolah tatap muka, Rabu (18/08/2021). (suaramerdeka.com / dok)
Sejumlah murid di sebuah SD Blora Kota sempat masuk sekolah tatap muka, Rabu (18/08/2021). (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas perlu memprioritaskan learning loss yang dialami para siswa.

Learning loss mendesak dilakukan untuk memastikan para siswa masih mampu mengikuti pembelajaran dan memahami materi yang disampaikan saat PTM.

Langkah pertama yang dapat dilakukan guru ketika PTM sudah dimulai adalah melakukan tes diagnostik kepada peserta didik untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kompetensi mereka.

Dari hasil tes ini, guru dapat merencanakan pembelajaran apabila terdapat indikasi learning loss.

Baca Juga: Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Teknologi Informasi Perlu Dioptimalkan

Pembelajaran tersebut tidak dengan mengejar ketertinggalan kurikulum, tetapi berupa pengulangan materi pembelajaran sebelumnya.

"Pengulangan materi dan memastikan anak-anak memahami materi pelajaran sebelumnya akan membantu mereka untuk memahami materi pelajaran di tingkat yang lebih tinggi,” jelas Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza.

Nadia menambahkan, para guru dapat merancang metode pembelajaran yang interaktif dan dua arah sehingga para siswa dapat terlibat lebih aktif di dalam kelas, misalnya dalam bentuk diskusi atau kerja berkelompok.

Tugas-tugas yang diberikan juga sebaiknya merupakan tugas-tugas yang mengharuskan siswa menggali lebih banyak informasi dari berbagai sumber dan melibatkan interaksi dengan pihak lain secara lebih luas.

Baca Juga: Festival Musikalisasi Puisi Jawa Tengah: SMA Negeri 4 Surakarta Jadi Penampil Terbaik I 

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X