SDI Al Azhar 29 Terbitkan Buku Ajar

- Minggu, 19 September 2021 | 19:24 WIB
SDI Al Azhar 29 menyelenggarakan Workshop Kepenulisan di sekolah, belum lama ini. (SM/DOk)
SDI Al Azhar 29 menyelenggarakan Workshop Kepenulisan di sekolah, belum lama ini. (SM/DOk)

SEMARANG, suaramerdeka.com - SD Islam Al Azhar 29 Semarang meluncurkan buku ajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk SD Kelas 3 Sampai 6.

Selain itu, sekolah tersebut juga meluncurkan buku yang berisi Rangkuman dan Uraian Materi Ujian Sekola (Rumus) untuk siswa kelas 6 yang semuanya sudah ber-ISBN ((Nomor Buku Standar Internasional).

Peluncuran buku ini, bertepatan dengan Workshop Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Karya Tulis Ilmiah, belum lama ini.

Workshop tersebut dihadiri oleh seluruh guru SD Islam Al Azhar 29 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga: Dapat Penyuluhan, Prajurit TNI Diminta Melek dan Patuh Pada Hukum

''Peluncuran buku karya guru ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk komitmen sekolah dalam mendukung guru agar lebih berprestasi dan berkarya,'' ujar Kepala SD Islam Al Azhar 29, Jamaludin Malik, kemarin.

Dia menambahkan, workshop PTK dan Karya Tulis Ilmiah, merupakan wujud perhatian sekolah akan pentingnya menulis dan berkarya. Melalui Workshop kepenulisan, diharapkan setiap guru mampu menulis dan menghasilkan karya.

"Melalui kegiatan ini saya harap nanti akan muncul karya-karya guru yang bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan, baik berupa buku, jurnal penelitian, maupun artikel," papar Malik.

Dalam acara itu, materi PTK disampaikan Nining Sulistyaningsih, yang merupakan penulis, dosen dan peneliti. Nining juga mengajak para peserta berlatih dan membahas isi PTK.

"Dengan aplikasi seperti ini, guru dapat mengetahui kekurangan atau kesalahan karya kemudian menyusun karya berupa PTK yang lebih baik," jelas Nining.

Baca Juga: Pemkab Kendal Siap Memberikan Hibah Pada Dekopinda

Sementara Prof Syamsul Ma'arif, yang merupakan Dekan FPK UIN Walisongo menambahkan motivasi dalam pembuatan PTK dan karya tulis.

Guru diajak untuk membangun paradigma berpikir kritis guna menemukan masalah untuk dijadikan ranah penelitian. Harapannya, para guru dapat mengagumi dan bersemangat dalam melakukan penelitian.

"Guru juga harus menjadi peneliti," kata Syamsul.

Adapun workshop kepenulisan dilaksanakan secara berani melalui zoom pemaparan materi dari Basyrul Muvid, yang merupakan penulis, dan Dosen Undika Surabaya.

Muvid menyampaikan materi mengenai teknis penulisan atau penyusunan buku ajar serta langkah-langkah dalam penyusunan buku.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

1.222 Guru Ikuti Uji Pengetahuan PPG

Selasa, 7 Desember 2021 | 22:27 WIB
X