Merdeka Belajar, Langkah Menjawab Kekhawatiran Mencetak SDM Unggul

- Minggu, 19 September 2021 | 09:04 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com - Program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) menjadi langkah untuk menjawab kekhawatiran tentang bagaimana mencetak sumber daya manusia unggul.

Melalui kebijakan yang dikembangkan Kemendikbudristek itu, mahasiswa berpeluang mendapatkan banyak pengalaman di luar kampus.

Selain itu menerima kesempatan mengambil perkuliahan di program studi bertaraf internasional.

Baca Juga: Mahasiswa IAIN Batusangkar Raih Juara I MTQ Antar Mahasiswa PAI Se-Asia Tenggara

“Merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) adalah kebijakan  untuk mendorong mahasiswa  menguasai ragam keilmuan sebelum memasuki dunia kerja. Sejalan dengan itu Politeknik Bumi Akpelni  kian mengembangkan diri menjadi pendidikan tinggi vokasi maritim yang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, mutu pengajaran, dan pemenuhan sarana prasarana untuk mendukung MBKM,” tutur Direktur Politeknik Bumi Akpelni (PBA), Capt Cahya Fajar Budi Hartanto M Mar Msi dalam upacara wisuda perwira remaja dan diploma ke 46 di Kampus Pawiyatan Luhur Bendan Dhuwur, kemarin.

Forum itu  dihadiri Kepala LLDikti Wilayah VI Jateng, Prof Dr M Zainuri, pengurus Yayasan Wiyata Dharma serta pimpinan instansi mitra di kampus itu secara virtual.

Adapun jumlah wisudawan mencapai 537 orang dengan 465 di antaranya lulus tepat waktu.

Baca Juga: Berbagi Strategi dan Pengalaman Menarik Bikin Jurnal di Seminar Prodi MM FEB UKSW Salatiga

Sebagai lulusan terbaik Program Studi Nautika Muqtadir Anam, Program Studi Teknika Muhammad Khanif Hibattullah, Program Studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan Muhammad Sonica Fortune.

Cahya Fajar menambahkan selaras dengan penerapan merdeka belajar kampus ini memacu diri berkembang menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang maritim yang berkualitas.

Selebihnya menjalankan inovasi dan menginspirasi masyarakat dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta sumber daya kemaritiman melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Implementasi merdeka belajar juga terdiri atas delapan indikator kinerja utama (IKU) yang bermuara supaya lulusan mendapatkan pekerjaan layak.

Adapun indikator yang perlu dilaksanakan yaitu mencakup mahasiswa dan dosen mendapat pengalaman dan berkegiatan di luar kampus.

Lalu ada pula praktisi mengajar di dalam kampus, hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat.

Serta mendapat pengakuan internasional.

Kemudian dibentuk kerja sama dengan mitra kelas dunia.

Di samping itu penting terbentuknya kelas kolaboratif dan partisipatif serta adanya program studi intemasional.

“Politeknik Bumi Akpelni bahkan berhasil mendapatkan Peringkat Terbaik 2 pada Anugerah Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kategori Sekolah Tinggi/ Politeknik dari LLDikti Wilayah VI,”kata direktur.

Kampus itu juga telah memperoleh akreditasi institusi dari BANPT dengan predikat B pada tanggal 23 Maret 2021.

Mereka bahkan menerima persetujuan dari Kementrian Perhubungan untuk pelaksanaan diklat keahlian dan keterampilan di bidang kemaritiman secara berkala.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Undip Fasilitasi Pemdes Wates Wujudkan Wisata Edukasi

Senin, 22 November 2021 | 09:24 WIB
X