Tanamkan Nilai dalam IPS Kepada Murid, Tidak Hanya Sekadar Mengajarkan Materi Pembelajaran

- Jumat, 17 September 2021 | 22:17 WIB
MGMP IPS Kota Semarang dan Tim Pengabdian Unnes Prodi S2 serta S3 menggelar Webinar bertajuk Tantangan dan Solusi Penanaman Nilai-Nilai dalam IPS Melalui Pembelajaran Blended Learning, di Masa Pandemi Covid-19. (SM/M Arif Prayoga)
MGMP IPS Kota Semarang dan Tim Pengabdian Unnes Prodi S2 serta S3 menggelar Webinar bertajuk Tantangan dan Solusi Penanaman Nilai-Nilai dalam IPS Melalui Pembelajaran Blended Learning, di Masa Pandemi Covid-19. (SM/M Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim Pengabdian Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prodi S2 serta S3 dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kota Semarang menggelar Webinar bertajuk ''Tantangan dan Solusi Penanaman Nilai-Nilai dalam IPS Melalui Pembelajaran Blended Learning, di Masa Pandemi Covid-19''.

Latar belakang kegiatan didasari atas adanya keinginan untuk menanamkan pendidikan karakter kepada para murid, sehingga nilai-nilai yang ada dalam Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) dapat terserap dan diamalkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Dr Hamdan Tri Atmaja Ketua Prodi Pendidikan IPS Unnes, Dr Triwati Arsal yakni dosen Magister IPS Pascasarjana Pendidikan IPS, dan Pendiri Forum Guru IPS Seluruh Indonesia (Fogipsi) Dr Eni Kuswati. Sementara kegiatan Webinar dibuka Kasie Kurikulum Disdik Kota Semarang, Fajriyah.

Baca Juga: MPL ID Season 8, Alter Ego Lanjutkan Tren Positif

Dalam kesempatan tersebut Dr Hamdan Tri Atmaja, menyampaikan, pembelajaran IPS tidak hanya sekedar mentransfer pengetahuan pada murid, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai dalam IPS pada diri mereka. Diharapkan, nilai-nilai tersebut dapat menjadi salah satu upaya mewujudkan profil siswa pancasila.

Meliputi bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kreatif, gotong royong, berkebhinekaan global, bernalar kritis,mandiri, integrasi, multikultural, pluralisme, dan lain sebagainya.

Sementara tantangan yang dihadapi guru IPS di era global dalam pembelajaran Blended Learning, tambah dia, untuk menghindari agar guru tidak terjebak pada penyampaian materi saja. Namun, muatan penanaman nilai-nilai yang ada pada materi IPS supaya dapat tersampaikan, dihayati dan diamalkan murid.

''Guru IPS juga harus menyiapkan diri menerima kemajuan teknologi pembelajaran dan perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat. Ini bertujuan mendorong guru untuk mau memahami, belajar dan berlatih mengenai standar teknologi yang saat ini digunakan,'' kata dia.

Adapun menerima dan memahami perubahan sosial dan budaya di masyarakat, kata Dr Hamdan, akan mendorong guru dapat memetakan perubahan apa saja yang terjadi di masyarakat. Selain itu, bisa memahami nilai-nilai sosial budaya apa saja yang sedang bergeser di masyarakat.

Diharapkan, ini dapat menambah wawasan guru dalam pembelajaran IPS. Menjadikan pembelajaran IPS tidak berpikir tekstual buku saja, tetapi bersifat kontekstual sesuai dengan konsep merdeka belajar.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Diterima Menjadi P3K, Guru Honorer Sujud Syukur

Jumat, 8 Oktober 2021 | 23:05 WIB

SMP IT Harapan Bunda Sabet Juara Lomba Tartil Alquran

Minggu, 3 Oktober 2021 | 20:04 WIB
X