Kepala BPKH Dorong Unnes Buka Prodi Ekonomi Syariah

- Rabu, 15 September 2021 | 15:40 WIB
 Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia (BPKH RI) Anggito Abimanyu (tengah) didampingi Dekan FE UNNES Prof Heri Yanto (kiri) dan Wakil Rektor II UNNES Prof S Martono (kanan). (suaramerdeka.com/dok)
Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia (BPKH RI) Anggito Abimanyu (tengah) didampingi Dekan FE UNNES Prof Heri Yanto (kiri) dan Wakil Rektor II UNNES Prof S Martono (kanan). (suaramerdeka.com/dok)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pakar ilmu ekonomi syariah yang juga Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia (BPKH RI), Anggito Abimanyu mendorong Universitas Negeri Semarang (UNNES) mempunyai program studi (Prodi) Ekonomi Syariah.

Menurutnya, ekonomi syariah berkembang dengan pesat di Indonesia. Di samping itu, pasar tenaga kerja juga melakukan serapan optimal pada lulusan Sarjana Ekonomi Syariah.

"Pasar ekonomi syariah meningkat lebih tinggi dibanding perkembangan ekonomi. Sudah saatnya Fakultas Ekonomi (FE) UNNES membuka prodi Ekonomi Syariah untuk dapat membumikan ekonomi syariah di kampus," kata Anggito pada webinar peran ilmu ekonomi syariah yang diselenggarakan FE UNNES, Rabu 15 September 2021.

Baca Juga: Preorder Single Kolaborasi Coldplay dan BTS 'My Universe' Ludes Diburu ARMY Kurang dari 10 Menit

Ia menilai, banyak karir yang dapat ditempati lulusan Ekonomi Syariah. Diantaranya bekerja di perbankan/keuangan/ekonomi syariah, peneliti dan dosen/guru/staf pengajar di suatu lembaga pendidikan.

Webinar bertemakan "Pengelolaan Keuangan Haji dan Merencanakan Haji Muda" ini dibuka Wakil Rektor II UNNES Prof S Martono, dan diikuti oleh 936 peserta, meliputi mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi. Menurut Martono, ilmu ekonomi syariah memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Divisi Investasi Langsung, Emas, dan lainnya BKPH RI, Iman Nimatullah menjelaskan, BPKH menerapkan prinsip ekonomi syariah, sehingga dapat mengoptimalkan dana haji yang disetor oleh calon jamaah.

Baca Juga: Viral, Santri Menutup Telinga saat Dengarkan Musik Barat

Tugas BPKH diantaranya mengelola keuangan haji yang meliputi penerimaan, pengembangan, pengeluaran, dan pertanggung jawaban. Ia menjamin, dana haji yang dikelola BPKH akan aman. Total dana yang dikelola saat ini mencapai Rp 153 triliun.

"Kami juga diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan hasil opini BPK atas pengelolaan keuangan dana haji adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," ujarnya.

Pihaknya pun mengajak semua civitas akademik UNNES untuk mendaftarkan diri menjadi haji muda. Diketahui, 63 persen jamaah haji Indonesia adalah usia berisiko.

Baca Juga: Trending! Serial Little Mom Mendunia, Penonton Dibikin Baper

"Kita dapat daftar haji selagi masih muda sehingga umur 40 bisa berangkat. Rata-rata tunggu haji adalah 20 tahun. Pada usia muda jamaah haji bisa melaksanakannya dengan fisik yang kuat, sehingga lebih maksimal dalam beribadah," sebutnya.

Dikatakan pula, ikhtiar yang dapat dilakukan diantaranya dengan membuka rekening di bank syariah, menabung, memanfaatkan fasilitas perencanaan haji, hingga membeli emas bertahap untuk pelunasan dana haji.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PDIL Unika Lahirkan Doktor Ilmu Lingkungan Pertama

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:45 WIB

Pemilihan Rektor USM: Lima Calon Sampaikan Visi Misi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:24 WIB
X