Bahasa Jawa Menjadi Pintu Masuk Pendidikan Karakter

- Rabu, 15 September 2021 | 10:12 WIB
Diseminasi Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Sekolah Dasar dan Menengah Provinsi Jawa Tengah. (suaramerdeka.com / dok)
Diseminasi Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Sekolah Dasar dan Menengah Provinsi Jawa Tengah. (suaramerdeka.com / dok)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, Abdul Haris Alamsyah menyatakan bahasa Jawa menjadi pintu masuk pendidikan karakter karena mengajarkan sopan santun, etika, dan estetika.

Bahasa Jawa dapat dilestarikan dan dikembangkan jika dibiasakan penggunaannya dalam berkomunikasi sehari-hari.

“Kita harus rumangsa melu handarbeni, merasa memiliki, terhadap bahasa kita sendiri, bahasa Jawa. Jangan sampai orang luar yang malah menggunakan dan mempelajarinya,” kata Alamsyah.

Dia berharap bahasa Jawa diajarkan dan dilestarikan di Kota Surakarta dan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.

Guru master atau guru utama yang terlatih harus bisa menyampaikan kepada guru-guru lain di daerahnya.

“Guru harus membimbing membaca dan menulis aksara Jawa serta membimbing tata krama kepada peserta didik. Dengan begitu, diperoleh pengetahuan, keterampilan, dan karakter secara baik,” jelasnya.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PDIL Unika Lahirkan Doktor Ilmu Lingkungan Pertama

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:45 WIB

Pendidik LPQ Dibekali Karakter Aswaja dan Nasionalisme

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:02 WIB
X