Dekan FDK UIN Walisongo: Bangun Tempat Wisata, Perlu Jejaring dan Silaturahmi

- Selasa, 14 September 2021 | 20:25 WIB
Kompleks Candi Arjuna di dataran tinggi Dieng ditutup sementara bagi wisatawan sampai 2 Juli 2021 selama pelaksanaan PPKM Mikro. SM/Dok
Kompleks Candi Arjuna di dataran tinggi Dieng ditutup sementara bagi wisatawan sampai 2 Juli 2021 selama pelaksanaan PPKM Mikro. SM/Dok

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Tim FDK diajak Disparbud Wonosobo untuk survei ke beberapa tempat yang menjadi target rintisan desa wisata religi, yaitu ke Masjid Baitul Qur'an dan Makam KH. Muntaha di Desa Deroduwur.

Di Desa Deroduwur, rombongan disambut Kepala Desa setempat dan Tim Pokdarwis Deroduwur untuk mengikuti sarasehan dan silaturrahmi.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. H. Ilyas Supena menegaskan perlunya membangun jaringan dan silaturrahmi untuk membangun sebuah desa wisata.

Baca Juga: Ilmu Berubah Cepat, Presiden Ingatkan Pentingnya Kemampuan Adaptasi Dunia Pendidikan

"Kami sedang menjajaki kerjasama dengan Disparbud, salah satu agendanya yaitu pengembangan desa wisatareligi, di mana salah satu iconnya ada di Desa Deroduwur,” tutur Ilyas Supena dalam sarasehan dan silaturahmi.

Menurut Ilyas Desa Deroduwur memiliki potensi besar untuk menjadi desa wisata religi. Potensi yang dimiliki antara lain budaya, masyarakat, dan religiusitas masyarakat yang ada di sini.

Pengembangan dan pendampingan diperlukan. Program Studi Manajemen Dakwah (MD) yang memiliki konsentrasi dalam manajemen Pariwisata Islam bisa membuka kerjasama dengan Disparbud Wonosobo.

Wakil Dekan 1, Drs. H. M. Mudhofi mengatakan wisata religi akan diminati jika dibarengi dengan wisata lainnya seperti wisata alam, wisata kuliner, juga wisata budaya.

Baca Juga: Pemkot Magelang Raih Opini WTP Lima Kali Bertutrut-turut

FDK bisa mengintegrasikan berbagai program studi yang dimiliki. Prodi Manajemen Dakwah (MD) yang mempunyai konsentrasi pariwisata Islam, akan membantu aspek pengembangan manajemen pariwisata islam.

Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), membantu bagian marketing, konten promosi virtual. Sehingga strategi marketingnya bisa dikemas lebih bagus dan menarik lagi.

Adapun Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), kata Mudhofi, akan membantu pendampingan psikologis masyarakat yang biasanya khawatir terjadi perubahan sosio kulturalnya.

"Prodi PMI, ahli dipemberdayaan masyarakat, akan membantu dalam enterpreneurship masyarakat. Sedangkan Prodi MHU nanti akan menyisir warga yang masuk waiting list keberangkatan haji untuk dibina menjadi jamah haji mandiri," ucap dia.

Baca Juga: Subholding Gas sebagai Agregator, Akan Meningkatkan Pemanfaatan Supply dari LNG

Banyak Potensi

Sekretaris Desa, Sukaryo menyebut Desa Deroduwur memiliki banyak potensi wisata. Antara lain, ziarah tahunan Bupati tiap bulan Juli, sehingga bisa menjadi ajang promosi makanan khas desasetempat.

Kemudian napak tilas alumni Al-Asy'ariyah pada 1 Sura, kegiatan ini diklaim mampu menghadirkan sekitar 3000 orang. Di samping itu ada juga gebyar maulud dan arakan santri, khataman kubro.

"Wisata religi dengan ziarah berbagai makam seperti makam KH Muntaha, makam mbah Tumenggung, makam Kertawangsa, makam Kyai Jubar, makam mbah Kyai Bulewang," katanya.

Ada juga wisata budaya seperti keahlian masyarakat setempat memakai helm lumpang yakni alat untuk menutu padi yang terbuat dari batu.

Kepala Desa, Kliwon Kharir berharap kehadiran Tim Disparbud dan FDK UIN Walisongo bisa membina Desa Dewoduwur menjadi desa yang maju.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X