Angkat Citra Kuliner Desa Wisata Sarana Menyelamatkan Perekonomian Warga

- Selasa, 14 September 2021 | 16:33 WIB
Tim Dosen Undip menggelar program pengabdian masyarakat di Kelurahan Kandri Gunungpati. (suaramerdeka.com/dok)
Tim Dosen Undip menggelar program pengabdian masyarakat di Kelurahan Kandri Gunungpati. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim dosen Undip membuat langkah terobosan membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi.

Salah satu model yang dipakai adalah mengangkat citra kuliner masyarakat Desa Wisata Kelurahan Jatirejo dan Kandri di Kecamatan Gunungpati.

"Pandemi Covid-19 menyebabkan roda perekonomian masyarakat mengalami kemunduran. Tak luput warga di Kelurahan Jatirejo dan Kandri mengalami hambatan perekonomian yang disebabkan oleh pandemi,"kata Dosen Undip,Churun A'in SPi Msi Selasa 14 September 2021 di Kampus Tembalang.

Baca Juga: PON XX Papua: Sri Puryono Pompa Motivasi Atlet Taekwondo Jateng

Padahal sebelum muncul wabah kondisi masyarakat tergolong mudah mencari nafkah. Warga banyak memilih menekuni bisnis kuliner.

Peluang itu seiring keberadaan kawasan ini yang berdekatan dengan Waduk Jatibarang maupun Goa Kreo.

"Persoalan muncul ketika UMKM mengalami penurunan hasil penjualan selama pandemi. Selain itu obyek wisata sepi karena pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat,"imbuhnya.

Dengan semangat mengatasi permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Iptek Bagi Desa Binaan Undip (IDBU) Undip yang beranggotakan Churun A'in, Dr Ir Suryanti MPi, dan Nurul Latifah SKel MSi, serta mahasiswa melakukan inisiasi pembentukan sentra kuliner dan oleh-oleh di Waduk Jatibarang.

Baca Juga: Viral! Hendi Dinginkan Kota Semarang Saat Suhu Panas Ekstrim Pakai Ini

Berbagai produk unggulan Jatirejo seperti manisan kolang-kaling, tahu isi kolang-kaling, kerupuk kolang-kaling, batik kolang-kaling, aneka keripik dan tumpi, serta produk dari Kandri seperti sego kethek, jenang kethek, jus kethek, ingkung,dan cenderamata khas waduk Jatibarang, akan dipasarkan secara kolektif di sentra kuliner tersebut.

Selain itu, tim memfasilitasi mitra dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Kelurahan Jatirejo dan Kandri untuk berkolaborasi menyusun paket wisata.

Kehadiran paket wisata ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan pengunjung dalam merasakan pengalaman wisata secara menyeluruh di desa Jatirejo maupun Kandri seperti kunjungan ke Waduk Jatibarang dan Goa Kreo.

Atau, mengamati langsung proses pengolahan kolang-kaling di Kampung Kolang-Kaling (Kokolaka), menikmati arum jeram (river tubing), serta fasilitas pendukung seperti akomodasi penginapan dan konsumsi.

Baca Juga: Jelang Liga 3, PPSM Segera Gelar Latihan Perdana

Inisiasi sentra kuliner dan pembentukkan paket wisata didasarkan pada prinsip kolaborasi yang saling menguatkan di antara kedua desa wisata, dengan tujuan untuk memaksimalkan potensi dan melakukan pengembangan berkelanjutan di tengah kondisi pandemi.

Harapannya, dengan melakukan pengembangan dari sisi internal, daya tarik wisata yang hadir dari kedua desa dapat menjadi lebih kuat untuk bertahan selama pandemi berlangsung serta kembali ramai dan jaya menjelang berakhirnya pandemi Covid-19.

Meskipun di tengah kondisi PPKM pengabdian ini berjalan dengan lancar, dan mendapat apresiasi dari Lurah Jatirejo,Lurah Kandri serta Pokdarwis Sukomakmur selaku penggiat kegiatan wisata di Waduk Jatibarang.

“Di daerah kami banyak sekali kuliner khas dan tradisional.Tapi kami sebelumnya tidak menyadari bahwa ini bisa menjadi aset wisata unggulan selain wisata air.Kami sangat terinspirasi dan bersyukur ada inisiasi dari Tim IDBU Undip”, ujar Widodo selaku sekretaris Pokdarwis Sukomakmur.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PDIL Unika Lahirkan Doktor Ilmu Lingkungan Pertama

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:45 WIB

Pemilihan Rektor USM: Lima Calon Sampaikan Visi Misi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:24 WIB
X