PTM di Sleman, Tunggu Kebijakan Kepala Daerah

- Rabu, 8 September 2021 | 13:25 WIB
PTM (ilustrasi, pikiran rakyat)
PTM (ilustrasi, pikiran rakyat)

SLEMAN, suaramerdeka.com -Seiring turunnya status PPKM ke Level 3, Pemkab Sleman mengambil ancang-ancang pelaksanaan sekolah tatap muka.

Dinas Pendidikan (Disdik) sedang menyiapkan nota dinas ditujukan Bupati terkait laporan kesiapan pihak sekolah.

Laporan itu akan dijadikan bahan pertimbangan kepala daerah dalam memutuskan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Baca Juga: Istighosah Koalisi Tembakau: Berharap Pemerintah Meninjau Ulang Regulasi Cukai Rokok

"Hari ini baru kami siapkan nota dinas sekaligus susunan skenario penyelenggaraan PTM secara terbatas disesuaikan dengan kondisi PKKM. Kalau kapan PTM dimulai, masih menunggu kebijakan Bupati dan Gubernur," kata Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana saat dikonfirmasi, Rabu, 8 September 2021.

Menurut Ery, semua sekolah sejak dulu sebenarnya sudah siap menggelar PTM.

Karena itu tinggal ditekankan lagi kesiapan mereka.

Baca Juga: Dana JPS Blora Tahap Tiga Digelontorkan, Total Capai Rp 647 Juta

Semisal dengan mengecek kembali sarana protokol kesehatan, mendata guru dan siswa yang sudah divaksin, serta memperketat SOP sekolah.

"Semua kepala sekolah dan pengawas sudah diundang untuk koordinasi membahas poin-poin PTM terbatas, sebagaimana yang sudah disepakati beberapa waktu lalu," jelasnya.

Pelajar di Sleman sendiri sudah banyak yang mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Data per Rabu (8/9) dilaporkan setidaknya 26.100 siswa SMP telah divaksin atau 72,5 persen.

Vaksinasi pelajar diharapkan selesai pada hari Minggu, 12 September 2021.

Selanjutnya tinggal menyasar murid yang belum bisa menjalani vaksinasi karena beberapa faktor.

Di antaranya karena alasan sakit, atau sedang terpapar Covid-19.

Sehingga harus menunggu tiga bulan terlebih dulu setelah dinyatakan sembuh.

Data sementara terdapat 3.400 siswa yang belum bisa mengikuti vaksinasi.

"Ada juga 1-2 murid yang tidak diizinkan orang tua. Nanti kami data lagi, setelah itu kemudian divaksin," ujar Ery.

Adapun siswa SD berusia diatas 12 tahun yang boleh mendapatkan vaksin terdata sejumlah 1.100 anak.

Bagi murid SD yang memenuhi syarat namun belum diimunisasi, pihaknya mengimbau agar mengikuti vaksinasi di lokasi SMP terdekat.

Sementara untuk vaksinasi guru,  sudah sekitar 92-94 persen tenaga pendidik yang sudah divaksin dari total 14.360 orang.

Sisanya belum bisa disuntik karena masih dalam kondisi terpapar Covid-19 atau memiliki komorbid.

Halaman:
1
2
3

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PTM SMP 100 Persen, Disdik Imbau Tetap Prokes Ketat

Senin, 10 Januari 2022 | 19:09 WIB

SDN Cebongan 01 Juara Lomba Administrasi Gudep Pramuka

Senin, 27 Desember 2021 | 07:15 WIB
X