Berstatus Rentan, Generasi Milenial Tentukan Eksistensi Bahasa Jawa

- Senin, 6 September 2021 | 09:24 WIB
Koordinasi Calon Pengajar Penyusunan Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah di Sekolah Se-Jawa Tengah. (suaramerdeka.com / dok)
Koordinasi Calon Pengajar Penyusunan Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah di Sekolah Se-Jawa Tengah. (suaramerdeka.com / dok)

BANDUNGAN, suaramerdeka.com - Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Koordinasi Calon Pengajar Penyusunan Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah di Sekolah Se-Jawa Tengah di Hotel Griya Persada, Bandungan, pada 3-5 September 2021.

Koordinasi ini diikuti 30 orang yang terdiri atas pengajar dari beberapa perguruan tinggi di Jawa Tengah.

Antara lain Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, serta guru-guru SMP di Jawa Tengah dan peneliti di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
 
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr Ganjar Harimansyah, mengatakan generasi milenial memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap eksistensi bahasa daerah.

Baca Juga: Republik Kazakhstan Pesan 2 Airbus A400M, Pengiriman Pertama Tahun 2024

Hasil penelitian vitalitas bahasa Jawa di Jateng pada 2019 dengan sampel delapan wilayah perbatasan menyebutkan, bahasa Jawa berstatus rentan.

“Rentan dalam hitungan angka vitalitas masuk dalam status ‘stabil tetapi perlu dirawat’. Status itu sepertinya dalam posisi aman. Akan tetapi, jika dibiarkan status itu akan bergerak pada kemunduran dan kemudian terancam,” kata Ganjar dalam diskusi di acara tersebut, Minggu 5 September 2021.

Apabila hal itu terjadi, lanjut Ganjar, nasib bahasa Jawa hanya akan lekat di ingatan, tetapi kian lama menghilang.

Salah satu hal yang layak dijadikan bahan diskusi adalah penggunaan bahasa Jawa sebagai muatan lokal pada sekolah di kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Baca Juga: Ombudsman Apresiasi Program Electrifying Marine PLN, Diharap Dukung Sektor Kelautan

“Materi muatan lokal bahasa Jawa, salah satunya, adalah tulisan aksara Jawa. Jika dihitung dengan jari, penutur Jawa yang menguasai aksara Jawa mungkin tidak lengkap lima jari di satu sekolah,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gubernur NTT Raih Gelar Doktor di UKSW Salatiga

Senin, 25 Oktober 2021 | 10:48 WIB

PTM Terbatas, Tantangan Baru bagi Guru dan Siswa

Minggu, 24 Oktober 2021 | 22:48 WIB

UPGRIS-Dokkes Polda Jateng Gelar Vaksinasi Lanjutan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 21:40 WIB
X