Manfaatkan Limbah Kulit Salak, Mahasiswa UGM Buat Permen Antidiabetes

- Minggu, 5 September 2021 | 17:34 WIB
Tim pembuat permen limbah kulit salak.(Foto: Istimewa)
Tim pembuat permen limbah kulit salak.(Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kulit salak bermanfaat? Sepertinya tidak mungkin, karena nyaris tidak ada yang menggunakannya.

Namun lain halnya dengan empat mahasiswa UGM yang mengolah limbah kulit salak menjadi permen yang aman, kaya kandungan gizi termasuk antidiabetes bernama Salacca Soft Candy.

Aulia Nur Aeni Kholisoh, mahasiswa Fisipol pengembang permen limbah kulit salak menuturkan ide awal pembuatannya bermula dari keprihatinan nasib petani salak yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya di Srumbung, Magelang.

Sejak pandemi, petani salak di sana mengalami penurunan pendapatan padahal salak merupakan komoditas andalan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Dua Tahun Petani Tidak Bisa Menanam Padi, FPRPB Desak BPWS Pemali-Juwana Turunkan Elevasi Air Rawapening

Ia dan ketiga rekannya, Ginna Ervarizki (FIB), Nafis Muhimmatul ‘Ulya ( Fakultas Biologi), Vera Nurohmah Indrawati (Fakultas Biologi) berupaya mencari solusi untuk mengolah buah salak menjadi produk olahan yang tahan lama dan bernilai ekonomis.

Tercetus ide memanfaatkan buah sekaligus kulit salak untuk diolah menjadi permen yang sehat dan aman dikonsumsi, termasuk mencegah diabetes.

"Beberapa literatur menyebutkan kulit salak mengandung zat bioaktif seperti flavonoid, fenolik, antioksidan, dan zat aktif lainnya yang berfungsi menstabilkan kadar gula darah yaitu dengan menghambat enzim a-glukosidase," paparnya.

Ancam Masyarakat

Diabetes mellitus menjadi ancaman kesehatan masyarakat dunia. Data WHO mencatat pada tahun 2014 terdapat 422 juta jiwa penderita diabetes di seluruh dunia.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X