Menkominfo: Pembelajaran Tatap Muka Kurangi Risiko Dampak Sosial Negatif untuk Anak

- Minggu, 5 September 2021 | 12:11 WIB
Menkominfo, Johnny G.Plate (suaramerdeka.com / dok)
Menkominfo, Johnny G.Plate (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah mendorong penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk mengurangi risiko dampak sosial negatif berkepanjangan.

Dampak sosial tidak hanya meliputi kualitas pendidikan, melainkan juga terkait tumbuh kembang dan hak anak.

“Situasi penanganan pandemi terus menunjukkan tren perbaikan, khususnya di Jawa dan Bali," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Karena itu, pemerintah tidak ingin menunda lagi untuk mempercepat pembukaan proses PTM terbatas di wilayah yang sudah menerapkan PPKM Level 1, 2, dan 3 secara bertahap, tentunya dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan ketat,” imbuhnya.

Baca Juga: Iwan Fals, 'Aku Bukan Pilihan' Ternyata Lagu Daur Ulang

Menkominfo Johnny mengatakan bahwa PTM terbatas perlu dipercepat karena pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berkepanjangan berisiko memberi dampak negatif pada anak.

Setidaknya terdapat tiga alasan utama yang menjadi dasar pelaksanaan PTM terbatas.

Pertama, untuk menghindari ancaman putus sekolah. PJJ yang tidak optimal membuat anak terpaksa bekerja dan tidak belajar, terutama untuk membantu keuangan keluarga di tengah krisis pandemi.

Selain itu, apabila proses pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, banyak orang tua tidak bisa melihat peranan sekolah dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Tangkap Pemalsu dan Penjual Sertifikat Vaksin, Menkes Minta Pelaku Dihukum Berat

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

PTM Terbatas, Tantangan Baru bagi Guru dan Siswa

Minggu, 24 Oktober 2021 | 22:48 WIB
X