Alokasi 20 Persen Dana Pendidikan Perlu Dipertajam untuk Fungsi Pendidikan, Ini Alasannya

- Jumat, 3 September 2021 | 08:24 WIB
Ilustrasi perguruan tinggi (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi perguruan tinggi (suaramerdeka.com / dok)

“Saat ini yang penting bagaimana penyelenggaraan pendidikan baik di level dasar, menengah, dan tinggi bisa dilanjutkan. Tidak ada anak yang putus kuliah, tidak ada mahasiswa yang harus drop out karena persoalan biaya,” ujarnya saat dialog nasional dengan mahasiswa bertajuk Pandemi Tak Henti, UKT Kian Tinggi, kemarin.

Situasi pandemi saat ini, kata dia, memberikan dampak luar biasa bagi setiap lini kehidupan bernegara.

Pandemi yang berlangsung hampir dua tahun ini juga membuat anggaran negara terkuras untuk membiayai pemulihan ekonomi, penanganan kesehatan, maupun mengurangi dampak sosial.

“Kami meminta Komisi X menyisir anggaran Pendidikan 20% APBN harus difokuskan pada program anggarn yang tepat sasaran. Biaya kuliah harus jadi prioritas, kebutuhan dasar harus diutamakan dibandingkan dengan kegiatan lain yang tidak relevan pada penyelenggaran Pendidikan di masa pandemi,” katanya.

Dia berpesan agar konsep kuliah online terus dimatangkan karena di masa depan khususnya untuk pendidikan tinggi menjadi sistem yang tidak bisa terpisahkan.

“Kuliah online harus terus diperbaiki karena ke depannya diprediksi menjadi model Pendidikan ke depan,” katanya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Manfaatkan Kemasan Produk, Dosen FE USM Bekali UMKM

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:42 WIB

Floria Juara 1 dalam Expo Hari Pangan di USM

Rabu, 30 November 2022 | 15:13 WIB
X