PTM atau PJJ? Solusi Proses Pembelajaran di Masa Pandemi

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 09:01 WIB
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau Pembelajaran Tatap Muka di SMPN 12 Semarang, Senin (30/8). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau Pembelajaran Tatap Muka di SMPN 12 Semarang, Senin (30/8). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyebut sekolah yang berada di wilayah Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 diizinkan untuk menggelar PTM.

“Alasannya, kita tidak bisa terus menunggu hingga pandemi Covid-19 ini tidak ada, walaupun angka-angka kasusnya sudah mulai turun di Indonesia. Tetapi pandemi ini tentunya akan menjadi suatu hal yang berkelanjutan. Insyaallah tidak akan ada seperti varian delta lagi, tetapi tetap saja kita tidak bisa terus menunda pembelajaran tatap muka,” kata Nadiem Makarim dalam "30 Minutes with Mendikbudristek", pekan lalu.

Peluang pelajaran tatap muka ini memang bak menjadi oase segar bagi para siswa, yang memang sudah lama 'merindukan' hal tersebut. Bukan apa-apa, Pembelajaran jarak jauh alias PJJ, memang masih menyimpan banyak kendala.

Para siswa SMP di Semarang juga menginginkan agar pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan, karena merasa jenuh dan bosan mengikuti pembelajaran di sekolah yang selama ini digelar secara online.

Putra Rizal. Siswa SMP N 40 Semarang mengatakan merasa bosan mengikuti pembelajaran secara online terus menerus sehingga berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir dan para siswa dapat segera melakukan pembelajaran tatap muka.

"Harapannya tidak ada corona lagi. Kemudian, segera dibuka pembelajaran tatap muka karena bosan online terus," kata Putra Rizal di SMP N 1 Semarang, Jalan Ronggolawe Timur, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Semarang.

Pelajar lainnnya, Nadila Bunga juga merasa jenuh lantaran pembelajaran di sekolah dilakukan secara online. Ia berharap, pembelajaran tatap muka segera dapat dilakukan.

"Saya berharap sekolah tatap muka segera dilaksanakan karena kalau online terus merasa jenuh," katanya.

Kesulitan dalam PJJ juga dirasakan para orang tua siswa. Agustini (40), salah satu warga Blora Kota menyatakan semula sempat gamang, bingung dengan ramainya pembicaraan di medsos yang mengatakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali dialihkan ke PJJ.

"Saya bingung, juga kasihan anak-anak yang begitu bersemangat masuk sekolah, baru merasakan masuk satu hari ternyata sudah harus kembali sekolah dengan sistem daring. Tapi ya bagaimana lagi pasrah, meski jengkel juga lantaran anak-anak baru sekali masuk sekolah tidak bisa sekolah tatap muka,’’ ungkap Agustini.

Mungkin apa yang dirasakan Agustini juga dirasakan oleh para orang tua murid se –Blora. Hal itu bisa dimaklumi sangat banyak keterbatasan jika sekolah yang selama ini dilakukan secara daring.

"Meski harus mengeluarkan biaya beli seragam, sepatu dan keperluan lain untuk sekolah, saya tetap ingin sekolah bisa masuk tatap muka. Tapi bagaimana lagi, harapannya supaya Blora bisa kembali masuk level 3, syukur bisa level 2 sehingga anak-anak bisa sekolah lagi,’’ imbuh Agustini.

Rasa kasihan kepada anak-anak sekolah di Blora juga dilontarkan oleh salah seorang Wakil Ketua DPRD Blora dari Golkar, Siswanto.

"Kasihan anak-anak sekolah, sudah senang-senangnya bisa masuk sekolah tiba-tiba harus kembali alami PJJ,’’ ungkapnya.

Tak Punya Pilihan

Sekolah memang tak punya pilihan lain selain menerapkan PJJ, meski mereka juga memiliki beberapa cara untuk menyiasatinya.

Di Cilacap misalnya, kegiatan belajar siswa hingga saat ini masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Sampai dengan saat ini (pembelajaran) masih jarak jauh. Kita masih level 3, sehingga sesuai dengan instruksi bupati nomor 20 Tahun 2021, untuk pembelajaran masih daring atau jarak jauh," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Cilacap, Kastam.

Dia belum bisa memastikan, sampai kapan belajar jarah jauh akan berakhir, dan berganti menjadi pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Pihaknya masih menunggu perkembangan zona Covid-19 di wilayah.

"Kami masih menunggu perkembangan Covid-19 di wilayah. Perkembangan Covid-19 itu sangat menentukan bisa dilaksanakan atau tidaknya PTM terbatas," kata dia.

Dinas P dan K Cilacap sudah menyiapkan instrumen PTM terbatas. Kepala Dinas P dan K Cilacap, Budi Santosa, sebelumnya mengatakan, rencana PTM terbatas itu meliputi sarana dan prasarana, mindset, SOP hingga teknis rencana pembelajaran tatap muka secara terbatas.

"Kami sudah prepare semua, tapi apa daya rencana Tuhan beda. Jadi kita tetap harus menyesuaikan," jelasnya.

Sementara itu, pembelajaran model daring atau PJJ juga berlaku untuk lembaga madrasah yang berada dalam naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cilacap.

Kepala Kemenag Cilacap, Imam Tobroni mengatakan, pembelajaran daring untuk mendukung PPKM di tengah pandemi Covid-19.

"Untuk pembelajaran madrasah di Cilacap sampai dengan saat ini masih daring," katanya.

SMPIT Izzatul Islam Getasan juga memiliki cara tersendiri terhadap kegiatan PJJ. Muniroh, Kepala Sekolah mengingatkan siswa tentang pentingnya menjadi siswa yang berkarakter mulia di masa PJJ.

Oleh karenanya, sekolah melakukan evaluasi harian kepada siswa mengenai pembiasaan islami melalui grup whatsapp.

Setiap siswa akan didampingi intensif oleh guru yang memantau pelaksanaan ibadah siswa di rumah. Siswa melaporkan secara berkala pelaksanaan ibadah, belajar, membantu orang tua, dan aktivitas lainnya yang dilakukan di rumah.

Indana Zulfa, salah satu siswa baru SMPIT Izzatul Islam mengaku tetap bersyukur dan menikmati kegiatan pembelajaran secara virtual dari rumah. Ia menyadari karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Pertimbangan pemerintah tentang kesehatan dan keselamatan siswa patut didukung. Namun, ia berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Ia mengaku tetap lebih suka mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Ya, Alhamdulillah, kami tetap merasakan enjoy mengikuti pembukaan pembelajaran di SMPIT Izzatul Islam meskipun dilaksanakan secara daring. Memang kondisi Covid-19 masih meningkat."

Di sisi lain, SMP Sultan Agung 1 Semarang membekali ketrampilan pembuatan videografi pada guru, untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Pelatihan videografi ini diharapkan para dapat menyajikan materi yang lebih menarik bagi siswa, terlebih di tengah pandemi Covid-19," kata Kepala SMP Sultan Agung 1 Semarang Asrul Sani.

Menurutnya, SMP Sultan Agung 1 Semarang sudah melaksanakan pembelajaran secara daring melalui optimalisasi aplikasi Microsoft 365 sejak setahun yang lalu. Bahkan, sebelum wabah pandemi Covid-19 ramai di Indonesia pada akhir Maret 2019.

"Adanya penundaan pembelajaran tatap muka di semester genap memaksa dilanjutkannya PJJ, maka kami berharap dapat meningkatkan pelayanan melalui perbaikan kualitas PJJ ke depannya. Sebenarnya kami sudah berusaha melaksanakan PJJ dengan aplikasi resmi yang kami miliki," imbuhnya.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan (Kemdikbud) tentang PBM dan Kesiapan Belajar, menunjukan bahwa pilihan Pembelajaran Jarak Jauh masih mendominasi dari seluruh satuan pendidikan. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.

Survey kesiapan belajar menunjukkan dari total sekolah yang sudah melaporkan mencapai 61,86 persen memilih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan 38,14 memilih Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Secara rinci, laporan surver dari Satuan Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) 64,44 persen memilih PJJ dan 35,56 persen memilih PTM.

Untuk tingkat SD pilihan PJJ masih mendominasi sebanyak 60,36 persen dan PTM sebanyak 39,64 persen. Lalu satuan pendidikan SMP menunjukkan 55,93 persen memilih PJJ dan 44,07 persen memilih PTM.

Sementara untuk tingkat SMA, 57,70 persen memilih PJJ dan 42,30 persen memilih PTM. Demikian juga dengan SMK, 5817 persen masih memilih kesiapan belajar secara PJJ dan 41,83 persen PTM.

Kemudian untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) berdasarkan data surver Kemdikbud yang sudah melapor menunjukkan 68,49 persen memilih PJJ dan 31,51 memilih PTM.

Melihat persentase di atas, pilihan PJJ masih mendominasi. Meskipun juga tak sedikit yang menginginkan proses belajar PTM.

Halaman:
1
2
3
4
5

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

PTM SMP 100 Persen, Disdik Imbau Tetap Prokes Ketat

Senin, 10 Januari 2022 | 19:09 WIB

SDN Cebongan 01 Juara Lomba Administrasi Gudep Pramuka

Senin, 27 Desember 2021 | 07:15 WIB
X