Pengukuhan Hiski Komisariat UIN Walisongo, Geliat Sastra di Kampus Hijau

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 08:24 WIB
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Dr H Imam Taufiq MAg membacakan puisi 'Doa Pagi di Masa Pandemi' karya Gus Na dalam Pengukuhan Hiski Komisariat UIN Walisongo dan Webinar 'Sastra dan Moderasi Beragama'.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Dr H Imam Taufiq MAg membacakan puisi 'Doa Pagi di Masa Pandemi' karya Gus Na dalam Pengukuhan Hiski Komisariat UIN Walisongo dan Webinar 'Sastra dan Moderasi Beragama'.

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Dr H Imam Taufiq MAg memukau sekitar 900-an peserta webinar saat membacakan puisi karya Gus Nas berjudul Doa Pagi di Musim Pandemi.

Itu dilakukan ketika menjadi pembicara kunci dalam pengukuhan pengurus Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (Hiski) Komisariat UIN Walisongo sekaligus webinar nasional bertema “Sastra dan Moderasi Beragama”, Minggu 29 Agustus 2021.

Rektor yang merupakan Guru Besar Bidang Tafsir Hadis tersebut menjelaskan, sastra merupakan cabang seni yang dapat digunakan sebagai medium untuk menginternalisasikan nilai-nilai agama, kemanusiaan, dan moderasi.

Selain itu, dia juga menegaskan komitmen UIN Walisongo terhadap pengembangan Bahasa dan Sastra yang meliputi penguatan pusat bahasa, optimalisasi SDM bahasa dan sastra, fasilitasi platform digital bagi dosen dan mahasiswa, komunitas sastra, serta yang sangat ditunggu-tunggu yakni pembukaan Prodi Sastra Indonesia di UIN Walisongo Semarang.

Baca Juga: Islam Wasathiyah Perlu Dikembangkan sampai Afghanistan

Acara yang digelar Hiski Komisariat UIN Walisongo ini turut mengundang ahli di bidang sastra sebagai narasumber yaitu Prof Dr Suwardi Endraswara MHum dan Dr Ganjar Harimansyah.

Prof Suwardi Endraswara yang merupakan ketua Hiski Pusat mengungkapkan gagasan tentang perspektif transdisipliner religius sastra yang meliputi religiusitas etnobotani sastra, religiusitas halusinasi botani sastra, religiusitas halusinasi botani sastra, religiusitas gastronomi sastra, dan religiusitas zoologi sastra.

Sementara itu, Dr Ganjar Harimansyah yang merupakan Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah turut mengemukakan gagasannya tentang Wacana Multikultural Sastra sebagai Sarana Moderasi.

Menurutnya, wacana multikulturalisme tidak dipahami sebagai sesuatu yang netral dan berlangsung secara alamiah.

Baca Juga: PPKM Picu Penurunan Penularan Covid-19, Luhut: Tren Kasus Nasional Turun hingga 90,4 Persen

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dapat Bantuan Dana Abadi, UGM Beri Beasiswa Mahasiswa

Sabtu, 18 September 2021 | 13:52 WIB

Dosen Polines Jadi Ketua Persatuan Insinyur Jateng

Kamis, 16 September 2021 | 22:56 WIB

Dosen Unnes Kenalkan Konsep Green Economy

Rabu, 15 September 2021 | 19:16 WIB
X