World Superbike 2021 Akan Gunakan Sistem Gelembung, Begini Penjelasan Sandiaga

- Kamis, 3 Juni 2021 | 10:25 WIB
KETERANGAN: Menparekraf Sandiaga Uno memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas mengenai Persiapan Penyelenggaraan FIBA Asia Cup 2021 dan World Superbike 2021 Indonesia Grand Prix.  (Humas Setkab/Agung)
KETERANGAN: Menparekraf Sandiaga Uno memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas mengenai Persiapan Penyelenggaraan FIBA Asia Cup 2021 dan World Superbike 2021 Indonesia Grand Prix. (Humas Setkab/Agung)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan penyelenggaraan Indonesia Grand Prix World Superbike (WSBK) 2021 akan dilakukan dengan sistem gelembung atau bubble dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Indonesia akan menjadi tuan rumah WSBK di Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada November mendatang.

Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan pers bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali usai menghadiri Rapat Terbatas mengenai Persiapan Penyelenggaraan FIBA Asia Cup 2021 dan World Superbike 2021 Indonesia Grand Prix yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Rabu (02/06/2021) sore, di Jakarta.

Baca Juga: Indonesia Tuan Rumah FIBA Asia Cup 2021, Menpora Ungkap Target

“Tadi arahan Bapak Presiden bahwa walaupun antusiasme yang tinggi dari masyarakat, namun penyelenggaraan harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dan disiplin, baik bagi para atlet maupun official crew dan juga para penonton,” ujar Menparekraf.

Ajang WSBK 2021 ini, kata Sandiaga, akan melibatkan 24 pembalap dari berbagai negara. Dengan penerapan sistem gelembung maka semua pihak yang terlibat baik para atlet, ofisial, kru, maupun petugas perangkat pertandingan akan dibatasi kontak dengan pihak luar dan dimonitor secara berkala.

Penerapan sistem ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Baca Juga: Mobil Listrik BMW i4 Resmi Meluncur, Mampu Melaju hingga 500 Km

“Para atlet diharapkan hadir lima hari sebelum latihan dengan status sudah divaksin oleh enam vaksin yang sudah disetujui oleh WHO (World Health Organization) dan sebelum keberangkatan melakukan tes PCR. Setelah kedatangan dalam karantina akan terus secara rutin dilakukan testing bagi para atlet. Dengan konsep bubble, kita harapkan ini menjadi event internasional yang membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia dapat menyelenggarakan event besar olahraga berskala internasional dengan mengacu kepada protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” ujarnya.

Tak hanya kepada para atlet, ofisial, kru, maupun perangkat pertandingan, penerapan sistem gelembung juga dilakukan terhadap penonton.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Marquez Punya Rekor Mentereng di MotoGP Jerman

Sabtu, 19 Juni 2021 | 12:59 WIB

Rossi Siap Lanjutkan Tren Positif di Catalunya

Jumat, 4 Juni 2021 | 19:55 WIB
X