Waspada Ancaman Badai Sitokin

Red
- Jumat, 27 Agustus 2021 | 00:20 WIB
SM/Dok
SM/Dok

Oleh Anies

PESOHOR Deddy Corbuzier mengaku mengalami badai sitokin (cytokine storm) saat terpapar Covid-19. Deddy tidak menyangka, meski telah menjalani pola hidup sehat, dia tetap bisa terinfeksi virus korona bahkan mengalami badai sitokin.

Pernah diberitakan pula, suami artis Joanna Alexandra, Raditya Oloan, meninggal dunia beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada 6 Mei 2021. Sebelum meninggal dunia, Raditya Oloan diketahui mengalami kondisi badai sitokin.

Virus korona baru yang memiliki nama resmi SARS-CoV-2 dianggap dapat menyebabkan badai sitokin pada paru-paru pasien yang terinfeksi virus tersebut. Kondisi itulah yang dapat menyebabkan kematian pada pasien Covid- 19. Lalu apa sebenarnya badai sitokin pada pasien Covid- 19?

Badai sitokin dikenal juga dengan istilah Sindrom Sitokin Rilis (CRS) atau Sindrom Badai Sitokin (CSS). Badai sitokin sendiri sebenarnya bukanlah nama penyakit, tetapi merupakan sindrom yang mengacu pada sekelompok gejala medis di mana sistem kekebalan tubuh mengalami terlalu banyak peradangan. Akibatnya, organ gagal berfungsi dan memicu kematian.

Dalam keadaan normal, sitokin ini membantu mengoordinasikan respons sistem kekebalan untuk menangani zat yang dapat menyebabkan infeksi, seperti virus atau bakteri.

Sitokin normalnya hanya berfungsi sebentar dan berhenti saat respons kekebalan tubuh tiba di daerah infeksi. Permasalahannya, terkadang respons peradangan tubuh tidak terkendali dan menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Sitokin merupakan salah satu protein yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi normal, sitokin membantu sistem imun berkoordinasi dengan baik dalam melawan bakteri atau virus penyebab infeksi.

Adapun badai sitokin terjadi ketika tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin ke dalam darah dalam jangka waktu yang sangat cepat. Kondisi ini membuat sel imun justru menyerang jaringan dan sel tubuh yang sehat sehingga menyebabkan peradangan dan dapat terjadi pada penderita Covid-19. Hal inilah yang membuat badai sitokin perlu diwaspadai karena bisa sampai menyebabkan kematian.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

ASI Penuhi Gizi, Cegah Stunting pada Masa Pandemi

Jumat, 28 Januari 2022 | 12:13 WIB

Demokrasi Pengelolaan Laut

Rabu, 26 Januari 2022 | 13:30 WIB

Menengok Potensi Peran Milenial Kabupaten Brebes

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:12 WIB

Quo Vadis Kejaksaan RI?

Senin, 10 Januari 2022 | 09:12 WIB

Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia Pascapandemi

Sabtu, 8 Januari 2022 | 08:12 WIB

Digitalisasi Ibuisme

Kamis, 6 Januari 2022 | 12:30 WIB

Negeri-negeri Ambon Manise untuk Indonesia

Senin, 27 Desember 2021 | 08:45 WIB

Beri mereka waktu

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:12 WIB

Peran Ibu dalam Penguatan Literasi Digital

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:12 WIB

NEWA, Peluang Baru Bisnis Perhotelan

Selasa, 14 Desember 2021 | 11:30 WIB

Di Balik Kebakaran Pasar Weleri

Minggu, 12 Desember 2021 | 17:42 WIB

Di Balik Meroketnya Harga Minyak Goreng

Kamis, 9 Desember 2021 | 07:45 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Ke–272 Blora

Senin, 6 Desember 2021 | 08:24 WIB

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB
X