Aksi Kemanusiaan untuk Pengungsi Afganistan

Red
- Rabu, 25 Agustus 2021 | 02:33 WIB
Tajuk Rencana
Tajuk Rencana

Hanya selang beberapa jam setelah kelompok militan Taliban mengambil alih kendali pemerintahan di Afganistan, gelombang pengungsi mengalir dari negeri itu.

Ribuan warga Afganistan memilih meninggalkan tanah kelahiran daripada menjalani kehidupan di bawah rezim Taliban, meski pemimpin Taliban menjanjikan pemerintahan yang ramah.

Sangat penting mencermati rencana aksi penanganan pengungsi. Penanganan pengungsi perlu mendapat perhatian khusus karena sifat persoalan yang berbeda dibandingkan dengan kemunculan pengungsi bencana alam. Pengungsi Afganistan membawa peserta isu politik dan kebencanaan, namun yang lebih urgen lagi adalah isu kemanusiaan.

Aspek kemanusiaan sebagai basis aksi penanganan pengungsi itulah yang paling mendesak untuk dikedepankan. Tidak ada yang menyangkal dan menolak posisi strategis isu kemanusiaan dalam penanganan pengungsi.

Walaupun demikian, dinamika di lapangan tidak semudah kerangka di atas kertas.

Kepentingan-kepentingan di luar sisi kemanusiaan justru sering lebih tampak dan lebih garang menentukan nasib pengungsi. Kepentingan kekuasaan dan politik, dengan alasan kedaulatan, sering menjadi batu sandungan. Hukum internasional mengenai pengungsi tidak akan berjalan dan ditegakkan, jika persoalan di lapangan hanya dipandang sebagai tanggung jawab salah satu pihak. Dalam pengertian aksi kemanusiaan, penanganan pengungsi Afganistan membutuhkan langkah-langkah multilateral dan kolaborasi antarnegara.

Dalam konteks ini pula, Afganistan tidak dapat memonopoli penanganan pengungsi.

Pada umumnya, rezim yang berkuasa lebih melihat pengungsi sebagai pelarian dan otomatis mendapat cap bersalah dari penguasa.

Padahal, ribuan pengungsi mungkin sama sekali tidak terkoneksi dengan peristiwa perebutan kekuasaan atau kompetisi politik domestik. Pengungsi melakukan hal itu karena didorong oleh situasi yang membahayakan kehidupan, seperti pekerjaan dan kelaparan.

Jika dipahami sebagai tanggung jawab multilateral, penanganan pengungsi Afganistan sudah jelas. Tidak ada negara yang secara teknis tidak terlibat dalam penanganan pengungsi. Lembaga penanganan pengungsi ataupun Perserikatan Bangsa- Bangsa dibutuhkan sebagai koordinator tim internasional penanganan pengungsi. Prinsipnya adalah, kemanusiaan dulu baru urusanurusan yang lain.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB

Jebol Benteng Terakhir Peradilan, MA oh MA

Rabu, 28 September 2022 | 10:28 WIB

Tidak Ada Alasan, KITB Lamban

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Seriuskah Kawasan Industri Terpadu Batang?

Sabtu, 17 September 2022 | 08:43 WIB

Jokowi Ngamuk Lagi, Karena Ulah Imigrasi

Rabu, 14 September 2022 | 07:31 WIB

Menjaga Relasi, Memupuk Kolaborasi

Rabu, 14 September 2022 | 01:34 WIB

Kenaikan Harga BBM, Solusi atau Beban untuk Masyarakat?

Senin, 12 September 2022 | 08:48 WIB

Mungkinkah Kenaikan BBM Direvisi ?

Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB

Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Minggu, 21 Agustus 2022 | 21:32 WIB

RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB
X