Kendala Berprestasi Pembelajaran Daring

Red
- Jumat, 6 Agustus 2021 | 00:30 WIB
SM/Dok
SM/Dok

Prestasi-prestasi yang diraih melalui ajang lomba tersebut bisa meningkatkan semangat kompetitif, prestise, kepercayaan diri, dan rasa kebanggaan, baik dalam diri para siswa maupun citra sekolah. Sekolah dan siswa pun membina spirit kompetitifnya melalui berbagai ajang tersebut.

Citra baik yang didapat dari prestasi melalui ajang-ajang kompetisi di luar sekolah merupakan cerminan keberhasilan proses internal pencapaian mutu yang berlangsung di dalam sekolah. Penekanan pada aspek kognitif prestasi belajar apalagi dengan budaya persaingan (kompetisi) bisa melahirkan manusia Indonesia yang mengedepankan materialisme, jauh dari nilai-nilai moral dan sosial.

Bagi anak/siswa yang diutamakan memiliki pengetahuan dan mampu bersaing dalam berbagai jenis olimpiade sains, matematika, dan fisika. Padahal yang dibutuhkan adalah kepribadian berkarakter yang memiliki kepedulian dan kemampuan adaptatif dengan perkembangan zaman berbekal ilmu pengetahuan yang dimiliki. Pada masa pandemi ini, pertasi belajar akademik, kokurikuler, dan ekstrakurikuler perlu dikaji ulang.

Pengkajian ini penting berkait dengan kondisi yang tak memungkinkan dilakukannya pembelajaran secara langsung. Sementara itu, kemampuan siswa untuk memiliki kemampuan yang lebih baik seiring denagn perkembangan zaman tak dapat terelakkan. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan persaingan global yang semakin terbuka.

Oleh karena itu, pihak-pihak yang berkepentingan, terutama tingkat satuan pendidikan dituntut untuk mampu mengembangkan jenis pembelajaran yang berorientasi higher order thinking skills (HOTS). Pembelajaran model ini melibatkan multiaspek yang kompleks. Peserta didik diajak mempelajari satu tema atau permasalahan untuk mengetahui, memahami, menganalisis, serta menemukenali keterkaitannya dengan bidang-bidang lain. Dengan demikian, model pembelajaran ini mengembangkan kemampuan berpikir suprasistem pada peserta didik sehingga siswa mampu menghadapi persoalan dan tantangan perkembangan zaman. (40)

––Munjani MPd, guru IPASMP30 Semarang.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Menengok Potensi Peran Milenial Kabupaten Brebes

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:12 WIB

Quo Vadis Kejaksaan RI?

Senin, 10 Januari 2022 | 09:12 WIB

Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia Pascapandemi

Sabtu, 8 Januari 2022 | 08:12 WIB

Digitalisasi Ibuisme

Kamis, 6 Januari 2022 | 12:30 WIB

Negeri-negeri Ambon Manise untuk Indonesia

Senin, 27 Desember 2021 | 08:45 WIB

Beri mereka waktu

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:12 WIB

Peran Ibu dalam Penguatan Literasi Digital

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:12 WIB

Di Balik Kebakaran Pasar Weleri

Minggu, 12 Desember 2021 | 17:42 WIB

Di Balik Meroketnya Harga Minyak Goreng

Kamis, 9 Desember 2021 | 07:45 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Ke–272 Blora

Senin, 6 Desember 2021 | 08:24 WIB

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB
X